Dampak Negatif Misi ke Luar Angkasa, Hancurkan 3 Juta Sel Darah Merah Per Detik
Senin, 17 Januari 2022 - 07:33 WIB
loading...
Seorang pria berpakaian seperti astronot turun di Istanbul, Turki, saat Pameran Luar Angkasa NASA pada bulan Desember. Foto/the age/AP
A
A
A
OTTAWA - Seorang astronot ketika melakukan perjalanan ke luar angkasa akan mengalami " anemia ruang angkasa". Namun, kondisi ini dianggap hanya sebagai efek samping yang bersifat sementara dan NASA menyebutnya sebagai "penyakit 15 hari".
Dr Guy Trudel dari Universitas Ottawa, yang memimpin penelitian terhadap 14 astronot yang didanai oleh Badan Antariksa Kanada menemukan fakta bahwa tubuh astronot menghancurkan 3 juta sel darah merah per detik selama misi enam bulan di luar angkasa.
Dokter menghubungkan kondisi ini, penghancuran sel darah merah atau hemolisis, akibat dari perpindahan cairan saat tubuh astronot dalam kondisi tanpa bobot atau tanpa gravitasi di luar angkasa. Biasanya, tubuh setelah menghancurkan sel darah merah akan mengganti kembali hampir 2 juta sel darah merah per detik.
Fakta ini menunjukkan bahwa sel darah merah yang hancur dan yang diproduksi kembali oleh tubuh tidak sebanding. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah bagi astronot setelah menjalani misi luar angkasa. (Baca juga; Masih Misterius, Vampir Luar Angkasa Hancurkan 50% Sel Darah Astronot )
"Selama berada di luar angkasa, Anda menghancurkan lebih banyak sel darah dibandingkan sel darah merah yang diproduksi kembali tubuh Anda. Ini menunjukkan anemia merupakan efek utama dari perjalanan ke luar angkasa," kata Trudel dikutip SINDOnews dari laman the age, Senin (17/1/2022).
Dr Guy Trudel dari Universitas Ottawa, yang memimpin penelitian terhadap 14 astronot yang didanai oleh Badan Antariksa Kanada menemukan fakta bahwa tubuh astronot menghancurkan 3 juta sel darah merah per detik selama misi enam bulan di luar angkasa.
Dokter menghubungkan kondisi ini, penghancuran sel darah merah atau hemolisis, akibat dari perpindahan cairan saat tubuh astronot dalam kondisi tanpa bobot atau tanpa gravitasi di luar angkasa. Biasanya, tubuh setelah menghancurkan sel darah merah akan mengganti kembali hampir 2 juta sel darah merah per detik.
Fakta ini menunjukkan bahwa sel darah merah yang hancur dan yang diproduksi kembali oleh tubuh tidak sebanding. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah bagi astronot setelah menjalani misi luar angkasa. (Baca juga; Masih Misterius, Vampir Luar Angkasa Hancurkan 50% Sel Darah Astronot )
"Selama berada di luar angkasa, Anda menghancurkan lebih banyak sel darah dibandingkan sel darah merah yang diproduksi kembali tubuh Anda. Ini menunjukkan anemia merupakan efek utama dari perjalanan ke luar angkasa," kata Trudel dikutip SINDOnews dari laman the age, Senin (17/1/2022).
Lihat Juga :