Gempa Banten M6,7 Disebut Bisa Picu Pelepasan Energi Megatrust Selatan Jawa yang Berpotensi Tsunami 20 Meter

Sabtu, 15 Januari 2022 - 21:10 WIB
loading...
Gempa Banten M6,7 Disebut...
Ilustrasi gempa bumi dan tsunami. FOTO/ Eart
A A A
JAKARTA - Gempa Bumi M6.7 yang menguncangan Banten kemaren menimbulkan kecemasan warga di pulau Jawa. Hal ini cukup wajar, pasalnya hasil riset yang dilakukan beberapa lembaga menyebut Jawa berpotensi akan dilanda gempa besar, dan gempa kemaren ditakutkan mempercepat pelepasan energi Sunda Megathrust.

Gempa bumi berkekuatan besar (megathrust) di Laut Selatan Jawa diprediksi bakal terjadi dan menyebabkan ancaman bencana tsunami hingga puluhan meter. Sampai saat ini belum ada alat atau hasil riset yang bisa memprediksi kapan bencana itu bakal terjadi.

BACA JUGA - Kepala BNPB Dijadwalkan Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Bumi M6,6 Banten

Kendati begitu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan beberapa indikator atau warning atas potensi bakal terjadinya gempa besar . Walaupun, indikator tersebut juga tidak bisa menjadi acuan konkret.

Bahkan pakar yang juga Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas pernah mengingatkan potensi terjadinya gempa bumi berkekuatan 8,7 hingga 9 SR di megathrust selatan Jawa. Jika gempa bumi tersebut terjadi diprediksi bakal menimbulkan bencana tsunami setinggi 20 meter.

Menurut Heri, sifat gempa bumi adalah berulang. Artinya gempa yang telah terjadi akan terjadi lagi di masa kini, dan yang akan datang. Secara bahasa keilmuannya disebut Earthquake Cycle.

"Salah satu sumber gempa bumi adalah megathrust selatan Jawa. Megathrust ini dapat menghasilkan gempa dengan kekuatan sangat besar. Saat ini tengah berada di ujung siklus atau perulangan. Dengan kata lain berpeluang terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi," kata dia dalam keterangan resmi Agustus 2021 seperti yang diterima SINDOnews.

Menurut dia, Data GNSS (Global Navigation Satellite System) mengkonfirmasi adanya akumulasi energi di bagian megathrust Selat Sunda hingga Pelabuhan Ratu dan selatan Parangtritis hingga selatan Pantai Jawa Timur. Jika gempa terjadi dengan kekuatannya dapat mencapai 8.7 Mw hingga 9.0 Mw, diprediksi bisa diikuti tsunami dengan ketinggian hingga 20 meter.

"Gelombang tsunami berdasarkan hasil pemodelan ternyata bisa sampai di pesisir Jakarta dengan ketinggian 1 meter hingga 1.5 meter. Dibandingkan dengan 20 meter tentunya 1 meter adalah kecil. Namun demikian fakta saat ini pesisir Jakarta wilayahnya sudah ada di bawah laut hingga minus 1-2 meter, ini artinya potensi tsunami akan lebih besar," beber dia.

Berdasarkan hasil simulasi model, run up tsunami dapat mencapai sebagian besar Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua hingga Gajah Mada. "Kalau Kita perhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana," tegas dia.

Dengan simulasi model ini, maka akan menyadarkan bahwa tanggul pantai atau laut di Jakarta akan berperan sangat penting. Tidak hanya mencegah banjir rob, tetapi juga memproteksi Jakarta dari tsunami. "Untuk itu Kita harus mendukung pemerintah dalam mempercepat upaya pembangunan tanggul sepanjang pesisir Jakarta," katanya.

Menurut dia, fakta ini mau tidak mau harus diungkap, meskipun terkesan menakut-nakuti. Heri Andreas, yang juga Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB mengajak masyarakat menyikapi dengan bijak dan waspada. Gempa bumi dan tsunami merupakan bencana alam yang hampir tidak mungkin dicegah kecuali dengan Doa.

"Apa yang bisa Kita perbuat adalah bagaimana Kita bersiap menghadapinya. Seperti di Jakarta, tanggul pantai atau laut adalah salah satu bentuk kesiapsiagaan Kita menghadapinya. Untuk itu sekali lagi Kita harus mendukung pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan tanggul di pesisir Jakarta, takutnya tsunami nya keburu datang, Karena saat ini tengah di ujung perulangan," pungkasnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Patahan Bumi Raksasa...
Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi Ditemukan di Titik Rawan Gempa
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
Berpotensi Diguncang...
Berpotensi Diguncang Gempa Berkekuatan 8 SR, Jepang Siaga 1
Gempa Besar Guncang...
Gempa Besar Guncang Jepang, Ahli Prediksi yang Lebih Dahsyat Akan Terjadi
Dua Gempa Bumi Terbesar...
Dua Gempa Bumi Terbesar di Dunia Diprediksi Akan Terjadi Bersamaan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Ilmuwan Temukan Planet...
Ilmuwan Temukan Planet yang Berpotensi Bisa Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved