Penemuan 41 Cangkir Pelangi Emas Kuno di Jerman, Berfungsi Sebagai Jimat dan penyembuhan

Jum'at, 14 Januari 2022 - 10:47 WIB
loading...
Penemuan 41 Cangkir...
Sebanyak 41 keping koin emas kuno Celtic yang diperkirakan berusia 2.000 tahun ditemukan di di Brandenburg, sebuah negara bagian di timur laut Jerman. Foto/live science
A A A
BRANDENBURG - Sebanyak 41 keping koin emas kuno Celtic yang diperkirakan berusia 2.000 tahun ditemukan di di Brandenburg, sebuah negara bagian di timur laut Jerman. Bentuk koin emas ini unik, melengkung seperti sebuah wadah, dalam bahasa Jerman disebut "regenbogenschüsselchen," yang berarti "cangkir pelangi."

Timbunan koin emas itu pertama kali ditemukan di Desa Baitz pada tahun 2017, oleh Wolfgang Herkt, seorang arkeolog sukarelawan dari Brandenburg State Heritage Management and Archaeological State Museum (BLDAM). Herkt menemukan 10 koin emas dan melaporka ke BLDAM, kemudian par a arkeolog melakukan penggalian dan menemukan tumpukan koin emas lain sehingga jumlahnya menjadi 41 keping.

"Ini adalah penemuan luar biasa yang mungkin hanya dilakukan sekali seumur hidup. Bentuk koin ini mengingatkan pada tutup botol kecil minuman keras. Namun, itu adalah koin emas Celtic," Herkt dikutip SINDOnews dari laman livescience, Jumat (14/1/2022). (Baca juga; Ratusan Koin Emas Anglo-Saxon Ditemukan di Norfolk Inggris )

Penemuan koin emas Celtic cukup mengejutkan karena wilayah Celtik jauh dari Brandenburg. Jadi penemuan ini menunjukkan bahwa Zaman Besi Eropa memiliki jaringan perdagangan yang luas. Penemuan ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Kebudayaan Brandenburg , Manja Schule, pada Desember 2021.
Penemuan 41 Cangkir Pelangi Emas Kuno di Jerman, Berfungsi Sebagai Jimat dan penyembuhan


Dari 41 koin emas, sebanyak 19 koin dikenal sebagai stater, yang memiliki diameter 2 sentimeter dan berat rata-rata 7,3 gram. Sedangkan sebanyak 22 koin merupakan 1/4 stater, yang memiliki diameter lebih kecil 1,4 sentimeter dan berat rata-rata 1,8 gram. (Baca juga; 9 Penemuan Koin Paling Menakjubkan 2021, Nomor 4 Perak Arab Rampasan Bajak Laut )

Seluruh koin emas ini polos alias tidak memiliki gambar. “Artinya ini adalah "cangkir pelangi biasa," kata Marjanko Pileki, seorang ahli numismatik dan asisten peneliti di Kabinet Koin Schloss Friedenstein Gotha Foundation di Jerman kepada live science.

Dilihat dari berat dan ukuran koin dan dibandingkan dengan cangkir pelangi kuno lainnya, Pileki memperkirakan waktu pencetakan koin emas ini antara tahun 125 SM dan 30 SM, selama Zaman Besi akhir. (Baca juga; Ratu Elizabeth Jual 69.347 Koin Super Langka Zaman Besi Seharga Rp81 Miliar )
Penemuan 41 Cangkir Pelangi Emas Kuno di Jerman, Berfungsi Sebagai Jimat dan penyembuhan


Pada saat itu, wilayah inti budaya arkeologi Keltik La Tne (sekitar 450 SM hingga penaklukan Romawi pada abad pertama SM) menduduki wilayah yang sekarang meliputi Inggris, Prancis, Belgia, Swiss, Austria, Jerman selatan, dan Republik Ceko.

Marjanko Pileki mengungkapkan, dalam kepercayaan masyarakat saat itu, cangkir pelangi berasal dari salah satu ujung pelangi yang menyentuh Bumi. “Cangkir pelangi, jatuh langsung dari langit dan dianggap sebagai jimat keberuntungan dan benda untuk penyembuhan," ujarnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
China Temukan Deposit...
China Temukan Deposit Emas Bawah Laut Terbesar
Rakyat Jerman Dukung...
Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Jerman Larang Penjualan...
Jerman Larang Penjualan Gas Tertawa kepada Anak-anak
Kota Kuno yang Tak Tersentuh...
Kota Kuno yang Tak Tersentuh selama 3.000 Tahun Ditemukan
Diyakini Lokasi Harta...
Diyakini Lokasi Harta Karun, Ratusan Warga Berbondong-bodong Gali Tempat Ini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Rekomendasi
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
Berita Terkini
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved