WHO: 50% Orang Eropa Akan Terjangkit Omicron dalam 2 Bulan ke Depan

Rabu, 12 Januari 2022 - 07:41 WIB
loading...
WHO: 50% Orang Eropa...
Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah memperkirakan bahwa 50 persen orang Eropa akan terkena Covid dalam dua bulan ke depan.. Foto/AFP
A A A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah memperkirakan bahwa 50 persen orang Eropa akan terkena Covid dalam dua bulan ke depan. Varian Omciron diketahui lebih menular sehingga perkembangan penularannya sangat cepat.

Eropa telah menjadi pusat wabah baru yang mengkhawatirkan denga kasus kematian di rumah sakit yang juga meningkat. WHO mengatakan bahwa Omicron dapat menginfeksi setengah dari semua orang di Eropa dengan tingkat infeksi saat ini.

BACA: WHO Kirim Tim Selidiki Penyakit Misterius di Afrika yang Tewaskan 89 Orang

“Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen populasi di wilayah tersebut akan terinfeksi Omicron dalam enam hingga delapan minggu ke depan,” kata Hans Kluge, direktur regional untuk kantor WHO Eropa seperti dikutip News.com, Rabu (12/1/2022).



Wilayah Eropa mencakup 53 negara dan wilayah termasuk beberapa di Asia Tengah dan Dr Kluge mengatakan 50 di antaranya memiliki kasus Omicron.

Dr Kluge menegaskan bahwa Omicron lebih menular daripada varian sebelumnya, tetapi menekankan vaksin untuk perlindungan yang baik terhadap penyakit parah dan kematian, termasuk untuk Omicron.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Prancis Deteksi Varian...
Prancis Deteksi Varian Baru Covid-19 untuk Pertama Kalinya
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Berita Terkini
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Infografis
2 Alasan Putin Akan...
2 Alasan Putin Akan Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved