China Klaim Misi Tak Berawak Chang'E-5 Mendeteksi Keberadaan Air di Bulan

Sabtu, 08 Januari 2022 - 19:55 WIB
loading...
China Klaim Misi Tak...
China mengklaim misi eksplorasi Bulan tak berawak ChangE-5 mendeteksi sinyal air dalam data spektral reflektansi dari permukaan bulan. Foto/mbtech
A A A
CHINA mengklaim misi eksplorasi Bulan tak berawak Chang'E-5 mendeteksi sinyal air dalam data spektral reflektansi dari permukaan bulan. Para ilmuwan China menyebutkan bukti pertama itu diuji di tempat penemuan sinyal air di Bulan.

Studi ini dipublikasikan di Science Advances pada 7 Januari 2022 dan dikutip SINDOnews dari laman Eurekalert, Sabtu (8/1/2022). Penelitian ini melibatkan para ilmuwan dari Pusat Sains Luar Angkasa Nasional Chinese Academy of Sciences (CAS), Universitas Hawaii di Manoa, Institut Fisika Teknik Shanghai dari CAS dan Universitas Nanjing.

Tim peneliti gabungan ini dipimpin oleh Profesor LIN Yangting dan LIN Honglei dari Institut Geologi dan Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan China (IGGCAS). Misi Chang’E-5 mengamati sinyal air dalam data spektral reflektansi dari permukaan Bulan dan melakukan pengukuran di lokasi penemuan.

Banyak pengamatan orbital dan pengukuran sampel yang diselesaikan selama satu dekade terakhir telah menyajikan bukti keberadaan air (seperti hidroksil dan/atau H2O) di Bulan. Namun, tidak ada pengukuran in-situ (di lokasi) yang pernah dilakukan di permukaan bulan. (Baca juga; Ingin Bebas Eksplorasi Bulan, NASA Minta Dunia Teken Panduan Artemis Accord )

Pesawat ruang angkasa Chang'E-5 mendarat di salah satu lapisan batuan basal besar termuda di lintang menengah-tinggi di Bulan dan mengembalikan 1.731 gram sampel. Namun, sebelum mengambil sampel dan mengembalikan tanah bulan ke Bumi, spektrometer mineralogi bulan (lunar mineralogical spectrometer/LMS) di atas pendarat melakukan pengukuran reflektansi spektral regolit dan batu.

Ini memberikan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendeteksi air permukaan bulan. Air (OH/H2O) dapat dideteksi menggunakan fitur spektral pada ~3 m. Namun, di atas 2 m, emisi termal dari permukaan bulan yang panas akan mengubah secara signifikan dan menutupi fitur spektral.

Oleh karena itu, para peneliti menggunakan model koreksi termal untuk mengoreksi spektrum LMS. Setelah koreksi ini, penyerapan spektral yang tidak diragukan pada 2,85 m diamati di lokasi pendaratan Chang'E-5.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Rekomendasi
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved