Bisa Telan Bumi, Badai Dahsyat Jadi Momok Menakutkan dari Balik Jupiter
Jum'at, 07 Januari 2022 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
"Ini membingungkan dari sudut pandang ilmiah, bagaimana badai bisa berlangsung begitu lama dan begitu besar," kata Scott Bolton, peneliti utama misi Juno di Southwest Research Institute di Texas.
Data Juno sebelumnya menunjukkan bahwa aliran jet di atmosfer Jupiter mencapai lebih jauh, hingga kedalaman sekitar 3.200 km. "Asumsi awal telah memberi kesan bahwa Bintik Merah Besar adalah badai yang relatif dangkal," kata Bolton.
Juno telah mengorbit di Jupiter sejak 2016, memperoleh informasi tentang atmosfer, struktur interior, medan magnet internal dan wilayah di sekitarnya yang diciptakan oleh magnet internal.
Juno juga akan terbang disekitar bulan besar Jupiter Europa dan Io untuk menjelajahi cincin kecil di sekitar planet ini.
Great red spot diketahui telah berevolusi dalam bentuk dari waktu ke waktu dan ada indikasi ukurannya mungkin menyusut. "Ini badai terbesar di seluruh tata surya. Tidak ada yang seperti itu," kata Bolton.
Data Juno sebelumnya menunjukkan bahwa aliran jet di atmosfer Jupiter mencapai lebih jauh, hingga kedalaman sekitar 3.200 km. "Asumsi awal telah memberi kesan bahwa Bintik Merah Besar adalah badai yang relatif dangkal," kata Bolton.
Juno telah mengorbit di Jupiter sejak 2016, memperoleh informasi tentang atmosfer, struktur interior, medan magnet internal dan wilayah di sekitarnya yang diciptakan oleh magnet internal.
Juno juga akan terbang disekitar bulan besar Jupiter Europa dan Io untuk menjelajahi cincin kecil di sekitar planet ini.
Great red spot diketahui telah berevolusi dalam bentuk dari waktu ke waktu dan ada indikasi ukurannya mungkin menyusut. "Ini badai terbesar di seluruh tata surya. Tidak ada yang seperti itu," kata Bolton.
(wbs)
Lihat Juga :