Fosil Kelabang Seukuran Kereta Api Ditemukan di Newcastle
Jum'at, 24 Desember 2021 - 22:21 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya kelabang berukuran besar juga ditemukan di Phillip Island, Australia kelabang-kelabang raksasa itu berkembang biak dan bertahan hidup dengan memakan burung laut yang ukurannya sedikit lebih besar.
Disebutkan situs berita ABC, kelabang raksasa ini panjangnya bisa berkembang hingga 30,5 centimeter. Tubuh kelabang raksasa ini memiliki sistem bertahan dan penyerangan yang sempurna.
Hewan itu dipersenjatai dengan racun kuat yang terbungkus dalam dua enjepit yang disebut "forcipules", yang digunakannya untuk melumpuhkan mangsanya. Sementara untuk bertahan dari serangan, tubuh kelabang raksasa itu dilindungi oleh perisai kuat bak pelat lapis baja. Perisai itu melapisi masing-masing dari banyak segmen yang ada di sepanjang tubuh.
Menurut peneliti Monash University, Luke Halpin, kemampuan kelabang raksasa untuk memangsa korbannya sangat kuat. Mereka kerap menyerang jangkrik, anak burung laut, tokek, dan kadal. Namun yang paling sering diserang kelabang raksasa itu di Phillip Island adalah anak ayam petrel.
Disebutkan situs berita ABC, kelabang raksasa ini panjangnya bisa berkembang hingga 30,5 centimeter. Tubuh kelabang raksasa ini memiliki sistem bertahan dan penyerangan yang sempurna.
Hewan itu dipersenjatai dengan racun kuat yang terbungkus dalam dua enjepit yang disebut "forcipules", yang digunakannya untuk melumpuhkan mangsanya. Sementara untuk bertahan dari serangan, tubuh kelabang raksasa itu dilindungi oleh perisai kuat bak pelat lapis baja. Perisai itu melapisi masing-masing dari banyak segmen yang ada di sepanjang tubuh.
Menurut peneliti Monash University, Luke Halpin, kemampuan kelabang raksasa untuk memangsa korbannya sangat kuat. Mereka kerap menyerang jangkrik, anak burung laut, tokek, dan kadal. Namun yang paling sering diserang kelabang raksasa itu di Phillip Island adalah anak ayam petrel.
(wbs)
Lihat Juga :