Titik Balik Matahari Musim Dingin, Bikin Siang Jadi Lebih Pendek di Utara Bumi

Rabu, 22 Desember 2021 - 09:16 WIB
loading...
A A A
Keterangan NASA menyebutkan, pada saat titik balik, matahari akan mencapai posisi paling selatan di langit di belahan Bumi utara. Setelah saat itu, matahari akan berhenti bergerak ke selatan dan akan memulai perjalanannya ke utara. Fenomena ini dinamakan "solstice" bahasa latin yang berarti "matahari diam".

Setelah titik balik matahari musim dingin, di belahan Bumi utara waktu hari-hari akan mulai bertambah panjang. Tapi itu tidak berarti suhu akan langsung meningkat. Sebaliknya, lintang tengah utara akan mengalami musim dingin sebagian, karena mereka mengalami siang hari sekitar 9 jam dalam minggu-minggu setelah titik balik matahari musim dingin.

Berbeda dibandingkan dengan titik balik matahari musim panas yang membuat siang hari berlangsung sekitar 15 jam. Selain itu, belahan Bumi utara yang miring menjauhi matahari, membuatnya lebih dingin. (Baca juga; Sentuh Matahari untuk Pertama Kali, Pesawat Luar Angkasa NASA Ini Tembus Suhu 1.370 Derajat Celcius )
Titik Balik Matahari Musim Dingin, Bikin Siang Jadi Lebih Pendek di Utara Bumi

Fenomena titik balik Matahari musim dingin dalam budaya masyarakat purba terekam dengan baik, yang paling terkenal adalah di Stonehenge di Inggris. Ketika matahari terbenam pada hari terpendek dalam setahun, sinar matahari sejajar dengan batu Altar pusat Stonehenge.

Di Semenanjung Yucatan Meksiko, tepat di kota Tulum yang berdinding batu juga memiliki struktur untuk menghormati titik balik Matahari oleh suku Maya kuno. Saat matahari terbit pada titik balik matahari musim dingin dan musim panas, sinarnya memancar melalui lubang kecil di bagian atas salah satu bangunan batu, yang menciptakan efek ledakan bintang.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Rusia dan China Siap...
Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Ilmuwan Klaim Planet...
Ilmuwan Klaim Planet Mars Dahulu Berwarna Biru Sebelum Jadi Merah
Keajaiban Tibet: Ribuan...
Keajaiban Tibet: Ribuan Panel Surya Ubah Tanah Mati Jadi Subur, Kok Bisa?
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Kemenag Ajak Cek Arah Kiblat
Kisah Zhafif, Siswa...
Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Rekomendasi
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
Berita Terkini
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Infografis
Jadi Tujuan Berlibur,...
Jadi Tujuan Berlibur, Berikut Tempat Wisata Dingin di Jawa Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved