Jam Kiamat Ini Jadi Peringatan untuk Ketahui Kapan Dunia Berakhir

Sabtu, 18 Desember 2021 - 10:45 WIB
loading...
Jam Kiamat Ini Jadi...
Ilmuwan menciptakan jam kiamat untuk mengukur berapa lama lagi bumi akan berakhir. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Ilmuwan menciptakan jam kiamat untuk mengukur berapa lama lagi bumi akan berakhir akibat teknologi dan bencana yang dibuat manusia. Saat ini jam kiamat menunjukan waktu sekitar 100 detik menuju kehancuran bumi.

Dikutip dari Mirror, Sabtu (18/12/2021), jam kiamat dibuat pada tahun 1947 untuk mengukur kemungkinan bencana global buatan manusia oleh Buletin Ilmuwan Atom. Waktu yang ditetapkan pada jam adalah metafora untuk seberapa dekat dunia dengan bencana internasional, sedangkan tengah malam melambangkan akhir dunia atau kiamat.

Setiap tahun para ilmuwan mempertimbangkan faktor-faktor seperti perubahan iklim, teknologi nuklir, dan memantau kemajuan ilmu pengetahuan atau teknologi yang dapat menimbulkan risiko bagi umat manusia. Seberapa dekat manusia dengan pemusnahan global diwakili dengan waktu menit/detik menuju tengah malam.

BACA: Ilmuwan Ungkap Bumi Sudah di Ambang Kiamat, Ini Tanda-tandanya

Ketika jam ditetapkan, pada tahun 1947, waktu ditetapkan ke tujuh menit menuju tengah malam. Setiap tahun waktu disetel dengan melihat peristiwa yang terjadi selama kurun waktu tersebut.

Satu-satunya waktu yang begitu dekat ke kiamat , adalah setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai menguji bom hidrogen selama Perang Dingin pada tahun 1953. Sedangkan jarak terjauh manusia dari bencana global adalah pada tahun 1991, ketika waktunya ditetapkan ke 17 menit menuju tengah malam.

Presiden dan CEO di Buletin Ilmuwan Atom, Rachel Bronson mengatakan, kondisi nuklir dan iklim yang terus memburuk membawa jarum jam lebih dekat ke tengah malam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved