Budaya Romawi Ini Jika Dihilangkan Akan Picu Gejolak di Indonesia
Kamis, 16 Desember 2021 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Lalu kenapa di Indonesia hari libur jatuh pada hari minggu?. Hal ini mengacu pada bangsa Portugis yang dulu pernah datang ke Indonesia ternyata meninggalkan sejarah kata di Tanah Nusantara ini. Dalam bahasa Portugis, Minggu yang dimaksud adalah serapan dari kata Domingo dengan makna “Hari Tuhan”.
Konon, hari ini menggambarkan hari kelahiran Yesus pada kepercayaan Kristen. Kata Domingo sendiri dieja sebagai Minggu di daerah Melayu, termasuk Indonesia, mulai abad ke-19 hingga 20. Berdasarkan penelusuran dokumen-dokumen lama, sejak tahun 1940-an hari Minggu telah menjadi nama hari resmi di Indonesia. Penulisan lengkap nama-nama hari ini adalah Minggoe, Senen, Selasa, Rebo, Kemis, Djoem’at, dan Sabtoe.
Dan berkenaan hari Minggu dijadikan sebagai hari libur, ini berasal dari tradisi Romawi Kuno di Italia.
Bangsa Romawi juga memiliki kebiasaan selalu menandai hari Minggu dan hari penting lainnya dengan menggunakan warna merah.
Pengaruh ini kemudian menyebar pula ke wilayah-wilayah kekuasaan bangsa Romawi. Salah satunya, Belanda.
Konon, hari ini menggambarkan hari kelahiran Yesus pada kepercayaan Kristen. Kata Domingo sendiri dieja sebagai Minggu di daerah Melayu, termasuk Indonesia, mulai abad ke-19 hingga 20. Berdasarkan penelusuran dokumen-dokumen lama, sejak tahun 1940-an hari Minggu telah menjadi nama hari resmi di Indonesia. Penulisan lengkap nama-nama hari ini adalah Minggoe, Senen, Selasa, Rebo, Kemis, Djoem’at, dan Sabtoe.
Dan berkenaan hari Minggu dijadikan sebagai hari libur, ini berasal dari tradisi Romawi Kuno di Italia.
Bangsa Romawi juga memiliki kebiasaan selalu menandai hari Minggu dan hari penting lainnya dengan menggunakan warna merah.
Pengaruh ini kemudian menyebar pula ke wilayah-wilayah kekuasaan bangsa Romawi. Salah satunya, Belanda.
Lihat Juga :