Gawat Gunung Berapi Misterius Ini Bisa Meletus, Ditemukan Aliran Lava Deras
Sabtu, 11 Desember 2021 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti menganalisis pengamatan pesawat ruang angkasa dari puncak untuk tanda-tanda aktivitas baru-baru ini. Mereka menggabungkan data ini dengan studi laboratorium tentang bagaimana batuan vulkanik berubah ketika terkena suhu permukaan yang tinggi dan atmosfer Venus yang kaya akan karbon dioksida, sulfur, dan kaustik.
Gambar permukaan dari permukaan Venus yang ditangkap oleh Venus Express dan pesawat ruang angkasa Magellan NASA mengonfirmasi adanya aliran lava segar di Idunn Mons. Data atmosfer dari Venus Express juga menemukan bahwa angin lebih lambat dari yang diperkirakan di atmosfer yang lebih rendah di atas Imdr Regio.
Para ilmuwan menunjukkan dalam percobaan laboratorium baru-baru ini bahwa batuan permukaan di Venus dapat berubah secara kimiawi jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Analisis sebelumnya menunjukkan bahwa aliran vulkanik di Idunn Mons, paling banyak, berusia 2,5 juta tahun dan semuda 250.000 tahun, analisis kimia baru menunjukkan bahwa batuan ini jauh lebih muda.
"Oleh karena itu, mencari situs vulkanisme yang berpotensi aktif di Venus sangat penting," ujar D’Incecco. Sejumlah misi masa depan saat ini direncanakan untuk memetakan Venus, termasuk pengorbit VERITAS NASA dan probe EnVision ESA, jika Venus aktif secara vulkanik.
Gambar permukaan dari permukaan Venus yang ditangkap oleh Venus Express dan pesawat ruang angkasa Magellan NASA mengonfirmasi adanya aliran lava segar di Idunn Mons. Data atmosfer dari Venus Express juga menemukan bahwa angin lebih lambat dari yang diperkirakan di atmosfer yang lebih rendah di atas Imdr Regio.
Para ilmuwan menunjukkan dalam percobaan laboratorium baru-baru ini bahwa batuan permukaan di Venus dapat berubah secara kimiawi jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Analisis sebelumnya menunjukkan bahwa aliran vulkanik di Idunn Mons, paling banyak, berusia 2,5 juta tahun dan semuda 250.000 tahun, analisis kimia baru menunjukkan bahwa batuan ini jauh lebih muda.
"Oleh karena itu, mencari situs vulkanisme yang berpotensi aktif di Venus sangat penting," ujar D’Incecco. Sejumlah misi masa depan saat ini direncanakan untuk memetakan Venus, termasuk pengorbit VERITAS NASA dan probe EnVision ESA, jika Venus aktif secara vulkanik.
(wib)
Lihat Juga :