Karakteristik Letusan Gunung Semeru yang Harus Diwaspadai
Rabu, 08 Desember 2021 - 14:09 WIB
loading...
Letusan Gunung Semeru yang terjadi hari ini Jumat (4/12/2021) sekitar jam 15.30 WIB disertai awan panas, abu vulkanik dan guguran lava sangat membahayakan. Foto/DOK SINDOnews
A
A
A
MALANG - Letusan gunung Semeru mengakibatkan sedikitnya 34 warga meninggal, 17 warga hilang serta sedikitnya 2.970 unit rumah terdampak, per 7 Desember 2021. Lalu mengapa sistem peringatan dini gagal menyelamatkan nyawa penduduk sekitar Semeru?
Riset para ahli menyebut letusan gunung berapi terbagi 2 jenis primer dan sekunder. Dan yang terjadi Semeru adalah letusan sekunder.
BACA JUGA - Fakta Gunung Semeru, Setahun Bisa Meletus Berkali-kali
Ancaman primer termasuk di dalamnya letusan primer yang diantisipasi dalam status Awas, status tertinggi dalam peringatan dini gunung api.
Sedangkan yang terjadi di Semeru, adalah ancaman sekunder akibat letusan sekunder, yang bisa dipahami sebagai interaksi fisik antara curahan hujan yang mengenai akumulasi lava dan berbagai material pijar dan selanjutnya mengakibatkan awan (debu) panas guguran (APG).
Siaran pers PVBMG 5 Desember 2021 menyatakan bahwa karakteristik ancaman khas Gunung Semeru “yakni berupa awan panas yang berasal dari ujung aliran lava pada bagian lereng gunung. Endapan awan panas guguran terdiri dari material batuan bersuhu tinggi 800-9000 Celcius yang bergerak ke arah lereng tenggara gunung Semeru sejauh ± 4 km dari puncak, atau ± 2 km dari ujung aliran lava.”
Riset para ahli menyebut letusan gunung berapi terbagi 2 jenis primer dan sekunder. Dan yang terjadi Semeru adalah letusan sekunder.
BACA JUGA - Fakta Gunung Semeru, Setahun Bisa Meletus Berkali-kali
Ancaman primer termasuk di dalamnya letusan primer yang diantisipasi dalam status Awas, status tertinggi dalam peringatan dini gunung api.
Sedangkan yang terjadi di Semeru, adalah ancaman sekunder akibat letusan sekunder, yang bisa dipahami sebagai interaksi fisik antara curahan hujan yang mengenai akumulasi lava dan berbagai material pijar dan selanjutnya mengakibatkan awan (debu) panas guguran (APG).
Siaran pers PVBMG 5 Desember 2021 menyatakan bahwa karakteristik ancaman khas Gunung Semeru “yakni berupa awan panas yang berasal dari ujung aliran lava pada bagian lereng gunung. Endapan awan panas guguran terdiri dari material batuan bersuhu tinggi 800-9000 Celcius yang bergerak ke arah lereng tenggara gunung Semeru sejauh ± 4 km dari puncak, atau ± 2 km dari ujung aliran lava.”
Lihat Juga :