5 Fakta Virus Omicron yang Membuat Dunia Kembali Bunyikan Alarm Bahaya
Kamis, 02 Desember 2021 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Dr Angelique Coetzee ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, mengatakan kepada BBC bahwa pasien yang terkena virus omicron ini memiliki gejala ringan. Dari beberapa lusin pasien dites positif omicron, sebagian besar adalah pria muda.
"Awalnya mereka sehat dan mengeluh sangat lelah," kata Coetzee kepada Telegraph. Tidak ada pasiennya yang kehilangan rasa atau penciuman, dan tidak ada yang perlu dirawat di rumah sakit, menurut BBC.
BACA JUGA: Truk Listrik Buatan china Siap Permalukan Cybertruck Tesla
5. Penularan
Belum jelas apakah Omicron menyebar lebih mudah dari orang ke orang dibandingkan dengan varian COVID-19 sebelumnya. Menurut WHO, jumlah orang di Afrika Selatan yang telah dites positif COVID-19 telah meningkat. Tetapi belum jelas apakah kenaikan itu dapat dijelaskan karena penyebaran varian baru atau faktor lain.
Para ahli mengatakan kepada The Guardian bahwa saat ini vaksin yang sudah diberikan ke masyarakat mungkin kurang efektif melawan Omicron dibandingkan dengan varian sebelumnya.
Kini para peneliti di seluruh dunia, termasuk di Pfizer-BioNTech dan Moderna sedang bekerja untuk memahami seberapa efektif vaksin melawan varian tersebut, menurut The Times.
"Awalnya mereka sehat dan mengeluh sangat lelah," kata Coetzee kepada Telegraph. Tidak ada pasiennya yang kehilangan rasa atau penciuman, dan tidak ada yang perlu dirawat di rumah sakit, menurut BBC.
BACA JUGA: Truk Listrik Buatan china Siap Permalukan Cybertruck Tesla
5. Penularan
Belum jelas apakah Omicron menyebar lebih mudah dari orang ke orang dibandingkan dengan varian COVID-19 sebelumnya. Menurut WHO, jumlah orang di Afrika Selatan yang telah dites positif COVID-19 telah meningkat. Tetapi belum jelas apakah kenaikan itu dapat dijelaskan karena penyebaran varian baru atau faktor lain.
Para ahli mengatakan kepada The Guardian bahwa saat ini vaksin yang sudah diberikan ke masyarakat mungkin kurang efektif melawan Omicron dibandingkan dengan varian sebelumnya.
Kini para peneliti di seluruh dunia, termasuk di Pfizer-BioNTech dan Moderna sedang bekerja untuk memahami seberapa efektif vaksin melawan varian tersebut, menurut The Times.
(ysw)
Lihat Juga :