NASA Pastikan Langit Indonesia Akan Sajikan Gerhana Bulan Terlama Abad Ini Besok

Kamis, 18 November 2021 - 15:13 WIB
loading...
NASA Pastikan Langit...
Gerhana bulan sebagian yang diperkirakan terjadi pada 19 November. FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional ( NASA ) melaporkan bahwa gerhana bulan parsial terlama abad ini akan terjadi besok pada 19 November selama 3 jam 28 menit dan 23 detik. Gerhana Bulan ini juga akan terlihat di beberapa wilayah di langit Indonesia.

Seperti dilansir dari Metro.uk, Kamis, (18/11/2021), gerhana bulan parsial terjadi ketika bayangan bumi menutupi 97 persen bulan mengambang. Sebelumnya, gerhana terlama terjadi pada 2018 dalam waktu 1 jam 43 menit.

BACA JUGA - Gerhana Bulan Terlama Abad Ini, Akan Terjadi pada 19 November

Gerhana bulan ini juga akan menjadi gerhana bulan parsial terlama dalam 580 tahun, menurut observatorium Holcomb di Butler University, Indiana.

Namun, di Indonesia hanya wilayah Papua saja yang memiliki durasi gerhana bulan sebagian terlama yakni 2 jam 20 menit.

Gerhana Bulan Sebagian 2021 hanya memiliki dua durasi, yakni durasi penumbra selama 6 jam 5 menit 8 detik dan durasi parsial selama 3 jam 29 menit 2 detik.

Jarak sudut atau angular dari pusat Bulan ke pusat umbra Bumi sebesar 1478 detik busur atau 0,41 derajat dan lebar sudut Bulan sebesar 1770 detik busur atau 0,49 derajat.

Fase Awal Penumbra

Untuk diketahui, Gerhana Bulan diawali dengan fase Awal Penumbra yang terjadi pada pukul 13.00 WIB, 14.00 Wita, 15.00 WIT.

Fase Awal Sebagian

Fase gerhana Bulan selanjutnya adalah Awal Sebagian yang terjadi pada pukul 14.18 WIB, 15.18 Wita, 16.18.21 WIT.

Sama halnya dengan fase Awal Penumbra, seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase Awal Sebagian karena Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.

Fase Puncak Gerhana Bulan Sebagian

Kemudian, Puncak gerhana Bulan sebagian terlama tahun ini terjadi pada pukul 16.02.53 WIB, 17.02 Wita, 18.02 WIT.

Wilayah yang dapat menyaksikan fase puncak Gerhana Bulan Sebagian antara lain sebagai berikut.

Fase puncak gerhana bulan dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut dekat gugus Pleaides konstelasi Taurus.

Fase Akhir Sebagian

Fase Akhir Gerhana Bulan Sebagian akan terjadi pada pukul 17.47 WIB, 18.47 Wita, 19.47 WIT.

Wilayah yang dapat menyaksikan fase gerhana bulan sebagian ini antara lain:

Pulau Papua
Kepulauan Maluku
Sulawesi
Kalimatan
Nusa Tenggara
Pulau Madura
Bali
Sebagian Pulau Jawa
Sebagian Provinsi Riau: Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas
Provinsi Bangka Belitung: kecuali Kabupaten Bangka Barat

Sedangkan, berikut daftar wilayah di Indonesia yang tidak bisa menyaksikan fase akhir dari fenomena Gerhana Bulan Sebagian ini yakni.

Provinsi Banten
Provinsi DKI Jakarta
Kota Bekasi
Kabupaten Bekasi
Kota Depok
Kota Bogor
Kabupaten Bogor
Kota Sukabumi
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Cianjur
Kota Bandung
Kota Cimahi
Kabupaten Bandung Barat

Fase Akhri Penumbra

Selanjutnya, fase Akhir Penumbra yang akan terjadi pada pukul 19.05 WIB, 20.05 Wita, 21.05 WIT dalam disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Fase Akhir Penumbra dari Gerhana Bulan Sebagian terlama ini dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut di dekat gugus Pleaides konstelasi Taurus.

Selain Indonesia, gerhana bulan a kan terlihat di Amerika Utara dan Samudra Pasifik, Alaska, Eropa Barat, Australia timur, Selandia Baru,serta Jepang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved