PBB Cemas, Ahli Pastikan Gempa Bumi Bukan Pemicu Utama Mega Tsunami
Rabu, 17 November 2021 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Pemantauan berkelanjutan yang dilakukan banyak organisasi -termasuk ADNR, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, dan Survei Geologi AS- mengawasi perkembangan di Prince William Sound, untuk melacak pergerakan di atas Gletser Barry, dan demi menyempurnakan prediksi tentang dampak dari mega-tsunami yang akan terjadi.
Pemodelan awal dari laporan Mei, yang belum ditinjau oleh peneliti lain, menunjukkan tsunami yang mencapai ketinggian ratusan kaki di sepanjang garis pantai akan diakibatkan oleh kegagalan besar yang tiba-tiba, menyebar ke seluruh Prince William Sound, dan ke teluk dan fjord yang jauh dari sumber.
Mungkin kesimpulan yang lebih besar adalah dampak dari penyusutan gletser yang relatif cepat di era perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman tanah longsor dan tsunami yang serupa di banyak tempat lain di dunia, tidak hanya di Alaska.
Ini menunjukkan tanah longsor yang bertahap dan bergerak lambat sudah terjadi di atas fjord. Tetapi jika permukaan batu tiba-tiba memberi jalan, konsekuensinya bisa mengerikan. Meski terpencil, ini adalah kawasan yang sering dikunjungi oleh kapal komersial dan rekreasi, termasuk kapal pesiar.
"Awalnya sulit untuk mempercayai angka-angka itu," salah satu peneliti, ahli geofisika, Chunli Dai dari Universitas Negeri Ohio mengatakan kepada NASA Earth Observatory.
"Berdasarkan ketinggian endapan di atas air, volume tanah yang tergelincir, dan sudut kemiringan, kami menghitung bahwa keruntuhan akan melepaskan 16 kali lebih banyak puing dan 11 kali lebih banyak energi daripada longsor Teluk Lituya di Alaska tahun 1958 dan mega-tsunam i," paparnya.
Pemodelan awal dari laporan Mei, yang belum ditinjau oleh peneliti lain, menunjukkan tsunami yang mencapai ketinggian ratusan kaki di sepanjang garis pantai akan diakibatkan oleh kegagalan besar yang tiba-tiba, menyebar ke seluruh Prince William Sound, dan ke teluk dan fjord yang jauh dari sumber.
Mungkin kesimpulan yang lebih besar adalah dampak dari penyusutan gletser yang relatif cepat di era perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman tanah longsor dan tsunami yang serupa di banyak tempat lain di dunia, tidak hanya di Alaska.
Ini menunjukkan tanah longsor yang bertahap dan bergerak lambat sudah terjadi di atas fjord. Tetapi jika permukaan batu tiba-tiba memberi jalan, konsekuensinya bisa mengerikan. Meski terpencil, ini adalah kawasan yang sering dikunjungi oleh kapal komersial dan rekreasi, termasuk kapal pesiar.
"Awalnya sulit untuk mempercayai angka-angka itu," salah satu peneliti, ahli geofisika, Chunli Dai dari Universitas Negeri Ohio mengatakan kepada NASA Earth Observatory.
"Berdasarkan ketinggian endapan di atas air, volume tanah yang tergelincir, dan sudut kemiringan, kami menghitung bahwa keruntuhan akan melepaskan 16 kali lebih banyak puing dan 11 kali lebih banyak energi daripada longsor Teluk Lituya di Alaska tahun 1958 dan mega-tsunam i," paparnya.
Lihat Juga :