Ulat Pemakan Daun Ternyata Berperan Penting Meningkatkan Kualitas Air

Rabu, 17 November 2021 - 12:33 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya, terjadi peningkatan kotoran yang dihasilkan dari metabolisme ulat pemakan daun. Kotoran serangga yang biasa disebut frass ini kaya akan kandungan nitrogen. Peningkatan jumlah kotoran ulat pemakan daun ini mengubah siklus nutrisi dalam skala besar, terutama karbon dan nitrogen, antara tanah dan danau di dekatnya.

“Kotoran (ulat pemakan daun yang mengandung nitrogen) ketika jatuh ke danau, secara signifikan mengubah kimia air. Berbeda efeknya jika daun (mengandung karbon) yang jatuh ke danau, kami pikir ini akan meningkatkan gas rumah kaca," kata Andrew Tanentzap.

Kotoran serangga kaya nitrogen yang jatuh ke danau, atau di atas tanah dan mengalir ke air danau, bertindak sebagai pupuk bagi mikroba. Akibat metabolisme mikroba, banyak karbon dioksida dari dalam air yang dilepaskan ke udara. (Baca juga; 3 Spesies Hiu Ditemukan di Sungai Thames London )

Studi tersebut menemukan bahwa dalam beberapa tahun saat wabah serangan serangga, luas daun hutan berkurang rata-rata 22%. Namun, pada saat yang sama, danau-danau terdekat mengandung 112% lebih banyak nitrogen terlarut dan 27% lebih sedikit karbon terlarut.

Untuk mendapatkan hasil lebih detail, para peneliti menggabungkan data selama 32 tahun dari survei pemerintah saat wabah serangga, kondisi air 12 danau di Ontario, dan data penginderaan jauh satelit tentang kondisi hutan. Ini diyakini sebagai studi paling ekstensif yang pernah dilakukan tentang bagaimana wabah serangga berdampak pada dinamika karbon dan nitrogen air tawar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Rekomendasi
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Kekayaan Laut Indonesia...
Kekayaan Laut Indonesia Diminta Dikelola dengan Inovasi Sains
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved