Rusia Uji Coba Penembakan Rudal Anti-Satelit, NASA Kecam Sebagai Tindakan Sembrono
Selasa, 16 November 2021 - 17:51 WIB
loading...
Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Uji coba penembakan rudal anti-satelit oleh Rusia mengancam keselamatan astronot di ISS. Foto/cnet
A
A
A
FLORIDA - Rusia akhir pekan lalu melakukan uji coba penembakan rudal anti-satelit dengan target satelit mata-mata miliknya sendiri yang dikenal dengan Cosmos 1408. NASA mengecam uji coba penembakan rudal anti-satelit sebagai tindakan sembrono karena mengancam keselamatan astronot yang berada di orbit Bumi.
Tujuh astronot terpaksa secara darurat harus berlindung di pesawat ruang angkasa yang merapat ke di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Para astronot berkumpul di dalam SpaceX Crew Dragon dan pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia Sebab, serpihan atau puing-puing sisa satelit yang ditembak berpotensi menimbulkan bahaya.
Administrator NASA Bill Nelson mengutuk tindakan sembrono itu sebagai uji coba yang "tidak bertanggung jawab" dan "mengganggu stabilitas". Sebab, uji coba penembakan rudak anti-satelit menciptakan lebih dari 1.500 keping sampah baru di orbit Bumi yang mengancam keselamatan para astronot serta aktivitas luar angkasa lainnya.
“Tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan astronot mitra Amerika dan internasional di ISS, termasuk kosmonot mereka sendiri. Tindakan mereka sembrono dan berbahaya, juga mengancam stasiun luar angkasa China dan para taikonaut di dalamnya," kata Nelson dikutip dari laman cnet, Selasa 16 November 2021.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price juga mengecam uji coba penembakan rudal anti-satelit. "Federasi Rusia secara sembrono melakukan uji coba penghancuran terhadap salah satu satelit miliknya sendiri dengan rudal anti-satelit,” kata Ned Price kepada wartawan.
Tujuh astronot terpaksa secara darurat harus berlindung di pesawat ruang angkasa yang merapat ke di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Para astronot berkumpul di dalam SpaceX Crew Dragon dan pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia Sebab, serpihan atau puing-puing sisa satelit yang ditembak berpotensi menimbulkan bahaya.
Administrator NASA Bill Nelson mengutuk tindakan sembrono itu sebagai uji coba yang "tidak bertanggung jawab" dan "mengganggu stabilitas". Sebab, uji coba penembakan rudak anti-satelit menciptakan lebih dari 1.500 keping sampah baru di orbit Bumi yang mengancam keselamatan para astronot serta aktivitas luar angkasa lainnya.
“Tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan astronot mitra Amerika dan internasional di ISS, termasuk kosmonot mereka sendiri. Tindakan mereka sembrono dan berbahaya, juga mengancam stasiun luar angkasa China dan para taikonaut di dalamnya," kata Nelson dikutip dari laman cnet, Selasa 16 November 2021.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price juga mengecam uji coba penembakan rudal anti-satelit. "Federasi Rusia secara sembrono melakukan uji coba penghancuran terhadap salah satu satelit miliknya sendiri dengan rudal anti-satelit,” kata Ned Price kepada wartawan.
Lihat Juga :