Gunung Berapi Ini Pernah Meletus 5 Tahun, Air Mancur Lava yang Tercipta Bikin Merinding
Senin, 15 November 2021 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada 15 Agustus 1969, ada percikan kecil dari batu panas mendidih. Tingginya memang hanya 8 meter (26 kaki) tetapi berbentuk seperti awan jamur panas yang membakar. Pada saat letusan, aktivitas seperti ini hampir selalu terjadi.
Peristiwa spektakuler selama letusan adalah air terjun lava setinggi 100 meter yang membanjiri Kawah Alae di Gunung Kilauea, pada 5 Agustus 1969. Air mancur lava besar lainnya yang dahsyat terjadi pada 20 Oktober 1969. (Baca juga; Ilmuwan Sebut Ada 100.000 Gunung di Dasar Laut, Baru 0,1 Persen yang Terdeteksi )
Biasanya, lahar meledak begitu saja, membuat air mancur kubah bulat yang dramatis sekaligus indah. Seperti yang terjadi pada 11 Oktober 1969 kubah yang terbentuk menjulang setinggi 75 meter (246 kaki). "Tidak ada pengalaman yang menandinginya selama peristiwa seluruh letusan Maunaulu," tulis laman resmi USGS.
![Gunung Berapi Ini Pernah Meletus 5 Tahun, Air Mancur Lava yang Tercipta Bikin Merinding]()
Tentu saja, aktivitas vulkanik Gunung Kilauea hampir tidak pernah beristirahat. Setelah letusan Maunaulu berhenti pada Februari 1974, sembilan tahun berselang, tepat pada 3 Januari 1983 giliran letusan Puʻu ʻŌʻō dimulai. Gunung Puʻu ʻŌʻō adalah salah satu kerucut vulkanik di zona retakan timur gunung berapi Kilauea di Kepulauan Hawaii. (Baca juga; 2 Lusin Kapal Hantu Perang Dunia Ke-2 Ditemukan Bangkit di Samudera Pasifik )
Letusan Puʻu ʻŌʻō menghasilkan ledakan lava secara teratur. Jauh melampaui Maunaulu dan letusannya, berlangsung hingga 30 April 2018, ketika dasar kawah dan danau lava runtuh secara dahsyat. Menjadikannya sebagai letusan terlama di zona retakan ini dalam kurun waktu dua abad terakhir. Menurut Guinness World Records, gunung berapi yang aktif adalah Gunung Stromboli di Italia, yang letusannya telah berlangsung setidaknya sejak abad ke-7 SM.
Peristiwa spektakuler selama letusan adalah air terjun lava setinggi 100 meter yang membanjiri Kawah Alae di Gunung Kilauea, pada 5 Agustus 1969. Air mancur lava besar lainnya yang dahsyat terjadi pada 20 Oktober 1969. (Baca juga; Ilmuwan Sebut Ada 100.000 Gunung di Dasar Laut, Baru 0,1 Persen yang Terdeteksi )
Biasanya, lahar meledak begitu saja, membuat air mancur kubah bulat yang dramatis sekaligus indah. Seperti yang terjadi pada 11 Oktober 1969 kubah yang terbentuk menjulang setinggi 75 meter (246 kaki). "Tidak ada pengalaman yang menandinginya selama peristiwa seluruh letusan Maunaulu," tulis laman resmi USGS.

Tentu saja, aktivitas vulkanik Gunung Kilauea hampir tidak pernah beristirahat. Setelah letusan Maunaulu berhenti pada Februari 1974, sembilan tahun berselang, tepat pada 3 Januari 1983 giliran letusan Puʻu ʻŌʻō dimulai. Gunung Puʻu ʻŌʻō adalah salah satu kerucut vulkanik di zona retakan timur gunung berapi Kilauea di Kepulauan Hawaii. (Baca juga; 2 Lusin Kapal Hantu Perang Dunia Ke-2 Ditemukan Bangkit di Samudera Pasifik )
Letusan Puʻu ʻŌʻō menghasilkan ledakan lava secara teratur. Jauh melampaui Maunaulu dan letusannya, berlangsung hingga 30 April 2018, ketika dasar kawah dan danau lava runtuh secara dahsyat. Menjadikannya sebagai letusan terlama di zona retakan ini dalam kurun waktu dua abad terakhir. Menurut Guinness World Records, gunung berapi yang aktif adalah Gunung Stromboli di Italia, yang letusannya telah berlangsung setidaknya sejak abad ke-7 SM.
(wib)
Lihat Juga :