Penelitian Gangguan Psikologis Pengguna TikTok Bikin Kontroversi
Minggu, 14 November 2021 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Hanya saja penelitian itu justru langsung jadi kontroversi. Banyak peneliti lainnya mengatakan kesimpulan itu terlalu gegabah. Mereka mengatakan TikTok tidak menciptakan tekanan yang besar buat anak-anak muda terutama remaja perempuan.
Gejala yang dialami anak-anak perempuan, dalam bentuk sindrom awal Tourette, merupakan bentuk dari kecemasan, depresi dan stress traumatis yang disebabkan oleh konteks sosial yang lebih luas. “Gangguan psikologis itu terbentuk dari banyak komponen sosial. Gejala awal sindrom Tourette yang ada saat ini masih banyak diperdebatkan,” Rebecca Lester, Profesor Antropologi Sosiokultural di Washington University.
Tidak hanya kalangan peneliti yang menyuarakan keraguan mereka. Berbagai kelompok bantuan sosial penderita Tourette juga menyuarakan kekecewaan mereka. Kebanyakan dari mereka kecewa karena penelitian itu justru mengesankan kalau Tourette dilakukan hanya untuk mencari perhatian.
Baca juga : Buruan Sikat, Helm Presiden Jokowi Saat Libas Sirkuit Mandalika Cuma Rp610.000
Lihat Juga :