Percakapan Soal Keuangan dan Bisnis di Twitter Meningkat 133%
Rabu, 03 November 2021 - 21:01 WIB
loading...
Pengguna Twitter di Indonesia diklaim memiliki pemahaman dan kepedulian yang tinggi terhadap keuangan dan bisnis. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Percakapan terkait keuangan dan bisnis di Twitter meningkat hingga 133% dari tahun ke tahun, khususnya di tengah pandemi. Hal ini menunjukan pengguna Twitter di Indonesia memiliki pemahaman dan kepedulian yang tinggi terhadap keuangan dan bisnis.
BACA JUGA: DJI Action 2 Sudah Bisa Dipesan, Ini Harga, Spesifikasi, dan Plus Minusnya
Menurut laporan Twitter Trends yang menganalisa Tweet selama tiga tahun terakhir (Juli 2018-Juni 2021), ada peningkatan volume percakapan tentang keuangan dari tahun ke tahun.
Laporan tersebut menyebutkan, pembicaraan terkait keuangan meningkat sebesar 38% di Twitter.
Topik tersebut membahas keuangan dari berbagai macam spektrum mulai dari menabung, produk-produk investasi, hingga insight tentang dompet digital.
Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansah mengatakan, percakapan tentang keuangan di Twitter bisa dijadikan referensi bagi masyarakat sekaligus insight bagi brand agar menjadi lebih relevan bagi audiens mereka.
”Masyarakat bisa mendapat referensi tentang topik-topik seputar keuangan dari para ahli serta berdiskusi dengan komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap topik ini,” tutur Dwi, dalam keterangan pers, Selasa (3/11).
BACA JUGA: DJI Action 2 Sudah Bisa Dipesan, Ini Harga, Spesifikasi, dan Plus Minusnya
Menurut laporan Twitter Trends yang menganalisa Tweet selama tiga tahun terakhir (Juli 2018-Juni 2021), ada peningkatan volume percakapan tentang keuangan dari tahun ke tahun.
Laporan tersebut menyebutkan, pembicaraan terkait keuangan meningkat sebesar 38% di Twitter.
Topik tersebut membahas keuangan dari berbagai macam spektrum mulai dari menabung, produk-produk investasi, hingga insight tentang dompet digital.
Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansah mengatakan, percakapan tentang keuangan di Twitter bisa dijadikan referensi bagi masyarakat sekaligus insight bagi brand agar menjadi lebih relevan bagi audiens mereka.
”Masyarakat bisa mendapat referensi tentang topik-topik seputar keuangan dari para ahli serta berdiskusi dengan komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap topik ini,” tutur Dwi, dalam keterangan pers, Selasa (3/11).
Lihat Juga :