Google Hapus Aplikasi Anti China dari Play Store

Kamis, 04 Juni 2020 - 15:13 WIB
loading...
Google Hapus Aplikasi...
Ilustrasi Google. FOTO/ Ist
A A A
BEIJING - Google menghapus aplikasi buatan developer asal India dari Play Store. Aplikasi ini menjanjikan bisa menemukan dan menghapus semua aplikasi yang berasal dari China.

Aplikasi yang dimaksud adalah 'Remove Chinese Apps'. Google mengha aplikasi tersebut dihapus karena melanggar aturan 'Deceptive Behaviour Policy'. BACA JUGA - Toyota Pastikan Kelahiran Generasi Terbaru Fortuner 2020

Aturan Google tersebut melarang aplikasi untuk menyesatkan pengguna untuk menghapus ataupun menonaktifkan aplikasi pihak ketiga.

Dilansir dari The Verge, Kamis (4/6/2020), penghapusan aplikasi ini terjadi saat sengketa perbatasan Himalaya yang mendorong meningkatnya tensi anti China di India. BACA JUGA - Fenomena Alam Jumat Ini, Langit Akan Dihiasi Warna-Warni Centil

Bahkan seorang selebritis India mengajak penggemarnya untuk menghapus aplikasi yang berasal dari China seperti TikTok dari ponselnya.

Sebelum dihapus dari Play Store, Remove Chinese Apps sangat populer di India. Reuters melaporkan bahwa aplikasi itu telah mengumpulkan lebih dari lima juta unduhan sejak akhir Mei, dan merupakan aplikasi gratis paling populer di negara ini.

Aplikasi ini bekerja dengan memindai telepon untuk aplikasi China seperti ByteDance TikTok dan Browser UC Alibaba, sebelum memberikan opsi untuk menyimpan atau menghapus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
Amazon dan Google Didesak...
Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data
Iran Gempur Pusat Data...
Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Dorong Literasi AI,...
Dorong Literasi AI, Google Indonesia Lantik 2.000 Student Ambassadors
Rekomendasi
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Keistimewaan Hari Jumat,...
Keistimewaan Hari Jumat, Yaumul Maiz Saat Allah Menampakan Diri di Surga
Berita Terkini
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved