Ada 101 Aplikasi Mencurigakan yang Siap Menjebol Keamanan Ponsel Anda

Rabu, 22 April 2020 - 09:38 WIB
loading...
Ada 101 Aplikasi Mencurigakan...
Ada 101 aplikasi yang dicurigai memiliki niat kejahatan siber dibalik permintaan izin mengakses ponsel di luar fungsinya. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ponsel, tablet, dan perangkat komputer apa pun rentan terhadap serangan siber jika kita tidak berhati-hati. Salah satu cara mudah penyerang siber masuk ke perangkat adalah melalui aplikasi yang kita instal atau unduh.

Sebuah penelitian terbaru oleh tim peneliti CyberNews mengungkap jaringan aneh para penyerang dunia maya. Grup rahasia ini memiliki setidaknya 27 pengembang aplikasi dengan 101 aplikasi yang mereka produksi.

Melansir CyberNrews, situs berita Giz China melaporkan, aplikasi mencurigakan tersebut hingga saat ini memiliki lebih dari 68 juta pemasangan. Jaringan aneh itu tampaknya saling menyalin aplikasi satu sama lain dan sebagian besar aplikasi mereka identik dengan yang populer. Menurut tim peneliti, ada banyak hal tentang jaringan ini yang aneh.

Alasan aplikasi ini tidak boleh ada di ponsel Anda:
- Aplikasi membutuhkan sejumlah besar izin
- Semua pengembang di jaringan memiliki Kebijakan Privasi yang sama -itu diterbitkan di Google Documents
- Situs web terkait untuk semua aplikasi memiliki "situs web" Firebase yang serupa dan tidak lengkap. Mereka semua memiliki struktur URL yang sama
- Dalam jaringan aneh (berbahaya) ini, APK adalah duplikat yang jelas
- Beberapa APK jelas dicuri dari pengembang aplikasi lain yang lebih populer
- Anda dapat dengan mudah menemukan duplikat saat membandingkan aplikasi yang dicuri secara berdampingan
- Setiap pengembang memiliki nama dua bagian -sepertinya nama depan dan nama belakang (kebanyakan nama barat). Selain itu, beberapa nama pengembang jelas palsu. Misalnya, pengembang Lukas Podolskies dan Kylian Mbapee jelas tidak nyata. Ini karena Kylian Mbappé (Prancis) dan Lukas Podolski (Jerman) adalah tokoh populer (pemain bola). Mengapa pengembang menggunakan nama tokoh populer untuk mengembangkan aplikasi? Karena mereka mencoba untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang sangat agresif.

Masih ada lebih banyak bukti bahwa aplikasi ini berbahaya dan berbahaya. Dengan hanya melihat izin yang diperlukan, Anda bisa tahu bahwa mereka menimbulkan risiko privasi dan keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Inilah Spesifikasi Lengkap...
Inilah Spesifikasi Lengkap Trump T1, Smartphone Android Berlapis Emas Seharga Rp8 Jutaan
Risiko Pakai Charger...
Risiko Pakai Charger Murah Buatan China dengan Daya Tinggi
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Samsung Siap Angkat...
Samsung Siap Angkat Kaki dari China, Ini Masalahnya
Produksi Smartphone...
Produksi Smartphone pada Q1 2026 Turun 41 Persen
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Rekomendasi
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved