Facebook Blokir 986 Akun dan Grup Milisi Medsos, Termasuk Ku Klux Klan

Rabu, 13 Oktober 2021 - 07:28 WIB
loading...
Facebook Blokir 986...
Facebook telah menempatkan setidaknya 986 akun dan grup gerakan sosial militer yang dilarang dalam aplikasinya. Foto/AFP
A A A
WASHINGTON - Facebook telah memblokir sebanyak 986 akun dan grup gerakan sosial militer yang mengajak pengikutnya untuk melakukan kekerasan atau aksi penjarahan. Berdasarkan data internal Facebook yang diungkap The Intercept, milisi sosmed ini adalah bagian dari daftar individu dan organisasi yang diindikasikan berbahaya oleh Facebook.

Istilah milisi sosmed ini mengacu pada kelompok bersenjata yang mempromosikan konflik bersenjata, serta kelompok yang mendukung kekerasan atau penjarahan dalam demosntrasi.

Dalam praktiknya, tampaknya sebagian besar terdiri dari milisi sayap kanan dengan beberapa organisasi sayap kiri, anarkis, atau umumnya anti-pemerintah.

BACA: Facebook Down, Ahli Sebut Akibat Ulah Alien

Daftar "individu berbahaya" Facebook juga mencakup kelompok supremasi kulit putih, kelompok kebencian seperti Ku Klux Klan dan cabang Al Qaeda. Termasuk juga di dalamnya, organisasi teroris global lainnya.

Di luar itu, kategori diurutkan ke dalam tingkatan. Tingkat 1 mencakup kelompok kebencian dan teror. Pengguna Facebook tidak dapat mengungkapkan komentar atau dukungan untuk mereka dalam bentuk apa pun.

Tingkat 2 mencakup "aktor non-negara yang kejam" seperti pemberontak bersenjata yang hanya dapat dipuji karena aktivitas non-kekerasan. Gerakan sosial yang dimiliterisasi ditetapkan sebagai Tingkat 3, yang tidak memiliki batasan yang sebanding tentang cara pengguna mendiskusikannya.

Facebook mencatat pada Oktober 2020, mereka telah mengidentifikasi 600 gerakan sosial militer dan menghapus sekitar 2.400 halaman dan 14.200 grup yang dikelola oleh mereka.

BACA JUGA: Oksigen di Bumi Mulai Menipis, Manusia Perlu Planet Baru

Perusahaan juga mengatakan telah menghapus 1.700 halaman dan 5.600 grup yang terkait dengan QAnon yang ditetapkan sebagai gerakan sosial militer tetapi bukan grup terorganisir.

Dalam pernyataan kepada The Verge, Facebook mengatakan sebelumnya tidak merilis daftar tersebut karena terlalu banyak mempublikasikan detail dapat membahayakan efektivitas moderasi.

“Ini adalah ruang permusuhan, jadi kami berusaha setransparan mungkin sambil juga memprioritaskan keamanan, membatasi risiko hukum, dan mencegah peluang bagi kelompok untuk melanggar aturan kami,” kata direktur kebijakan kontraterorisme dan organisasi berbahaya Brian Fishman.

BACA JUGA: Kejutan! Diam-diam Honda Sudah Kalahkan Tesla

Dalam utas Twitter, Fishman menambahkan bahwa daftar yang bocor itu "tidak komprehensif" dan terus diperbarui. “Facebook tidak ingin kekerasan terorganisir atau difasilitasi di platformnya dan daftar individu dan organisasi berbahaya adalah upaya untuk mencegah kelompok melakukan itu," cuitnya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram Perlu Memperhatikan Hal Ini
Facebook Mengalami Kesalahan...
Facebook Mengalami Kesalahan Aneh, Ini yang Terjadi
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved