Kecanggihan Mitsubishi di Tampomas II Jadi Neraka di Laut Jawa

Selasa, 12 Oktober 2021 - 20:05 WIB
loading...
Kecanggihan Mitsubishi...
Tampomas adalah nama sebuah gunung di Sumedang, Jawa Barat. Ia menjadi nama bagi kapal yang beroperasi sejak Mei 1980 di bawah bendera PT PELNI. FOTO YouTube Agus Tamtomo
A A A
JAKARTA - Tampomas II kapal produksi Mitsubishi Heavy Industries Jepang menjadi kapal terkuat dan canggih yang meninggalkan cerita kelam untuk Indonesia. Kapal ini harus kalah di Laut Jawa usai kabin mesin terbakar.

Tragedi kebakaran kapal Tampomas II diceritakan di buku "Neraka di Laut Jawa: Tampomas II” (1981). Buku ini merupakan hasil rekonstruksi ulang, dilengkapi pemutakhiran data dan wawancara tambahan, atas tumpukan dokumen reportase para wartawan Sinar Harapan dan Mutiara. BACA JUGA - Jepang Tunjuk Mitsubishi Produksi Pesawat Siluman F-X

Tim penyusunnya para wartawan,antara lain, Aristides Katoppo, Panda Nababan, Umar Nur Zain, Agnes Samsuri, Gerson Poyk, dan Harry Kawilarang. Bondan Winarno sebagai penulis.

Buku itu menyajikan adegan demi adegan lewat penggambaran yang demikian rinci dalam 291 halamannya. Kisah-kisah kecil yang menyentuh hati, yang dialami penumpang, awak kapal, dan para penolong.

Dalam tenggelamnya Tampomas II, bermunculan dugaan adanya ketidakberesan terkait kapal bekas berumur 10 tahun tersebut. Buruknya kondisi kapal digambarkan. Kronologi pembeliannya dimunculkan. Angka-angka yang mencurigakan dibeberkan. Namun semua data masih ditempatkan sebagai pelengkap cerita.

Tampomas adalah nama sebuah gunung di Sumedang, Jawa Barat. Ia menjadi nama bagi kapal yang beroperasi sejak Mei 1980 di bawah bendera PT PELNI. Kapal bekas, tua, dan tak terawat ini harus bekerja keras seperti kapal baru. Akhirnya, tenggelam, sebanyak 666 orang menjadi korban.

Kapal bekas ini dibeli melalui PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) dari perusahaan Jepang Comodo Marine Co. SA dengan harga USD8,3 juta. Tampomas II diproduksi Mitsubishi Heavy Industries di Shimonoseki, Jepang, pada 1956 1956 dengan lebar 22 meter dan panjang 125,6 meter.

Kapal ini berjenis Roll on Roll off dengan tipe Screw dan berbobot mati 2419690 dwt. Kapal ini sempat dimodifikasi ulang pada 1971 sehingga bisa dipacu pada kecepatan 19,5 knot.

Memorandum of Agreement (Moa) pembelian kapal tercatat pada 23 Februari 1980 dengan Junus Effendi Habibie alias Fanny Habibie, adik B.J. Habibie, bertindak sebagai Ketua Steering Committe (SC) pembeliannya. Tapi ia menampik bertanggung jawab soal spesifikasi kapal.

Kapal Tampomas II bertolak pada Sabtu, 24 Januari 1981, pukul 19.00 WIB dari Dari Tanjung Priok, Jakarta. Di atas kapal terdapat 191 mobil, 200 sepeda motor, dan diperkirakan 1.442 orang. Dari jumlah itu, yang tercatat secara resmi sebanyak 1.054 orang. Sisanya adalah penumpang gelap.

Kapal rusak, minggu malam 25 Januari 1981 pukul 20.00 WITA karena kebocoran bahan bakar. Api menyambar dan kru mesin mati-matian memadamkannya dengan alat pemadam portabel.

Usaha pemadaman menemui jalan buntu saat air untuk memadamkan api tak bisa disemprotkan karena generator mati. Api menjalar ke ruang tempat disimpannya mobil dan sepeda motor yang berbahan bakar.

Kapten Abdul Rivai, sang nahkoda, mencoba mendamparkan kapalnya ke pulau terdekat. Namun gagal karena baling-balingnya tak bisa berputar.

Radio mati dan pesan ke kapal lain atau syahbandar pelabuhan tak bisa dikirim. Isyarat cahaya yang dilontarkan ke udara juga tak menyala.

Evakuasi penumpang berjalan kacau. Ada awak kapal yang menurunkan sekoci untuk dirinya sendiri. Munculnya matahari pada 26 Januari 1981 menerangi lautan di sekitar Tampomas. Datangnya hujan deras pagi itu, membuat kapal makin dipenuhi air.

Kapal Motor Sangihe, di bawah komando nakhoda kapal Kapten Agus K. Sumirat, adalah yang pertama kali tiba. Mualim J. Bilalu dari KM Sangihe melihat kepulan asap yang semula dikiranya datang dari sumur minyak lepas pantai Pertamina.

Markonis KM Sangihe, Abubakar, kemudian mengirim pesan telegraf pada pukul 08.15 terkait nasib Tampomas II. KM Ilmamui menyusul untuk melakukan pertolongan dan tiba pada pukul 21.00. Disusul empat jam kemudian oleh kapal tangker Istana VI dan kapal-kapal lain, yaitu kapal Adhiguna Karunia dan KM Sengata milik PT. Porodisa Lines.

Ruang mesin Tampomas II akhirnya meledak pada pagi 27 Januari esoknya. Kapal pun makin dipenuhi oleh air laut. Ruang Propeller dan Ruang Generator turut pula terisi air laut, dan kapal miring 45 derajat.

Akhirnya pada 27 Januari 1981, 40 tahun lalu, Pukul 12.45 WIB atau Pukul 13.45 WITA, Tampomas II tenggelam ke dasar Laut Jawa di sekitar perairan Masalembu.

Kapten Abdul Rivai bersama ratusan penumpang yang ada di kapal tersebut menjadi korban tragedi Tamponas II .
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Gereja Bersejarah...
Mengenal Gereja Bersejarah yang Identik dengan November Rain Hits Guns N Roses
Terbuat dari Besi dan...
Terbuat dari Besi dan Punya Beban Berat, Kenapa Kapal Tetap Bisa Mengapung?
Mitsubishi Luncurkan...
Mitsubishi Luncurkan Roket Luar Angkasa H3
4 Raja dengan Ratusan...
4 Raja dengan Ratusan Istri hingga Dianugerahi Ribuan Anak
Jepang Luncurkan Satelit...
Jepang Luncurkan Satelit Radar Mata-Mata
Hadirkan Alat Medis,...
Hadirkan Alat Medis, Mitsubishi Automotive Group Dukung Indonesia Lawan COVID-19
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Ini Penyebab Mitsubishi...
Ini Penyebab Mitsubishi Pajero Sport Diesel Efisien Dipakai Perjalanan Jauh
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Rekomendasi
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Jejak Penampilan Terbaik...
Jejak Penampilan Terbaik Tim Afrika dalam Sejarah Piala Dunia
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Berita Terkini
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved