Gelapkan Eropa, Letusan Dahsyat Gunung Samalas di Lombok Ubah Dunia

Minggu, 10 Oktober 2021 - 10:12 WIB
loading...
A A A
Salah satu temuan mereka adalah ‘erupsi misterius’ yang berdasarkan penanggalanradiocarbonterjadi antara kurun 1257-1259. Timnya memperkirakan erupsi misterius itu lebih kolosal daripada erupsi Krakatau 1881 dan Tambora 1815.

Letusan tersebut melepaskan 40 kilometer kubik abu ke angkasa hingga setinggi 43 kilometer, yang terus mengelilingi bumi beberapa lama. Total magma yang dilepaskannya sebesar 40,2 ± 3 km3 DRE (Dense Rock Equivalentatau kesetaraan volume batuan yang dierupsikan).

Dengan volume tersebut itulah diperkirakan letusannya bermagnitudo 7. Perbandingan geokimia pecahan gelas yang ditemukan di inti es dengan material hasil letusan tahun 1257 menunjukkan kemiripan, sehingga menjadi rujukan yang memperkuat hubungan letusan tahun 1257. Dengan demikian, letusan ini menjadi salah satu letusan terbesar selama holosen hingga menyebabkan anomali iklim pada 1258, utamanya di belahan utara bumi.

Menurut perhitungan tim Lavigne, Gunung Samalas -lah yang menjadi kandidat terkuat dari ‘erupsi misterius’ tersebut. Hal ini dikarenakan ada catatan erupsinya dalam historiografi tradisionalBabad Lombok. Di bait ke-274 dan ke-275 dari Babad Lombok ini adalah gambaran paling jelas tentang letusan Gunung Samalas pada 1257.

Gunung Rinjani longsor, dan Gunung Samalas runtuh, banjir batu gemuruh, menghancurkan Desa Pamatan, rumah-rumah rubuh dan hanyut terbawa lumpur, terapung-apung di lautan, penduduknya banyak yang mati.
Tujuh hari lamanya, gempa dahsyat meruyak bumi, terdampar di Leneng, diseret oleh batu gunung yang hanyut, manusia berlari semua, sebahagian lagi naik ke bukit.

Babad tersebut juga telah dikonfirmasi pula oleh dua sumber kronik sezaman dari Perancis dan Inggris. Dari kronik-kronik Eropa diketahui terjadinya anomali cuaca di Eropa bagian utara dan barat. Anomali itu berupa suhu kala musim panas dan menghangatkan cuaca di musim dingin sekitar tahun 1257 – 1258.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Rekomendasi
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat...
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat dengan Cristiano Ronaldo
Berita Terkini
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved