Gua Tempat Manusia Neanderthal Terakhir Ditemukan, Isinya Mengejutkan
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 17:05 WIB
loading...
Ilmuwan memperkirakan ini adalah ruang gua rahasia terakhir tempat tinggal manusia Neanderthal 40.000 tahun yang lalu. Foto/Gibraltar National Museum
A
A
A
GIBRALTAR - Arkeolog menemukan ruang gua rahasia di di Gibraltar yang tertutup pasir sekitar 40.000 tahun. Ilmuwan memperkirakan ini adalah ruang gua rahasia terakhir tempat tinggal manusia Neanderthal.
"Mengingat bahwa pasir yang menyegel ruangan itu berusia 40.000 tahun, pastinya usia gua itu lebih tua, kemungkinan ini tempat tinggal Neanderthal di Eurasia dari sekitar 200.000 tahun yang lalu," kata Clive Finlayson Direktur Museum Nasional Gibraltar kepada Live Science.
Gua itu dktemukan ketika tim Finlayson mempelajari area sekitar, menemukan cekungan seperti ruangan. Setelah memanjat dengan susah payah, akhirnya mereka menemukan gua sepanjang 13 meter.
BACA: Taliban Buru Harta Karun Baktria Berisi 20.000 Artefeak Emas
Di sepanjang permukaan ruang gua, para peneliti menemukan sisa-sisa hewan liar, seperti lynx, hyena dan burung nasar griffon. "Kami juga menemukan whelk besar, sejenis siput laut yang kemungkinan dibawa ke dalam ruang oleh Neanderthal," kata para arkeolog dalam sebuah pernyataan.
"Mengingat bahwa pasir yang menyegel ruangan itu berusia 40.000 tahun, pastinya usia gua itu lebih tua, kemungkinan ini tempat tinggal Neanderthal di Eurasia dari sekitar 200.000 tahun yang lalu," kata Clive Finlayson Direktur Museum Nasional Gibraltar kepada Live Science.
Gua itu dktemukan ketika tim Finlayson mempelajari area sekitar, menemukan cekungan seperti ruangan. Setelah memanjat dengan susah payah, akhirnya mereka menemukan gua sepanjang 13 meter.
BACA: Taliban Buru Harta Karun Baktria Berisi 20.000 Artefeak Emas
Di sepanjang permukaan ruang gua, para peneliti menemukan sisa-sisa hewan liar, seperti lynx, hyena dan burung nasar griffon. "Kami juga menemukan whelk besar, sejenis siput laut yang kemungkinan dibawa ke dalam ruang oleh Neanderthal," kata para arkeolog dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :