5 Keunggulan Xiaomi Redmi 10 Dibandingkan Kompetitornya
Selasa, 21 September 2021 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
2. Layar Full HD+ 90 Hz
Pengguna Redmi 10 benar-benar dimanjakan dengan keberadaan layar 6,5” FHD+ Dot Display. Sebab, idealnya jika memiliki bujet Rp2 jutaan, pengguna harus puas dengan ponsel berlayar HD+. Yang tentu saja ketajaman dan warnanya jauh berbeda dengan Full HD+.
Dan bukan itu saja, layar FHD+ itu diimbangi kecepatan refresh rate 90Hz yang bisa menyesuaikan kecepatan saat ngegame, scrolling medsos, hingga video streaming. Layar jadi terasa sangat smooth. Dan Sindonews merasa tidak sedang menggunakan ponsel Rp2 jutaan. Melainkan ponsel yang setingkat diatasnya.
3. Dual Stereo Speakers
Dual stereo speakers sudah jadi fitur wajib di kelas ponsel mid-range dan flagship. Mengapa? Karena memang keberadaannya sangat penting. Dengan speaker ganda, maka suara yang keluar di ponsel akan lebih tebal, lebih keras, dan lebih jernih.
Hal itu penting sekali tidak hanya untuk bermain game, hingga saat nonton film. Namun juga saat rapat, ketika kita butuh mendengarkan pembicaraan lewat speaker ponsel. Ada banyak seklai momen dimana kita butuh speaker smartphone yang kencang. Dan Redmi 10 memberikan hal itu lewat Dual Stereo Speaker-nya.
4. Prosesor Helio G88
![5 Keunggulan Xiaomi Redmi 10 Dibandingkan Kompetitornya]()
Ini pembeda Redmi 10 dengan ponsel di kelas Rp2 jutaan lainnya: prosesor MediaTek Helio G88 terbaru. Karena memang performa Helio G88 ini terasa jauh lebih gegas dibanding Helio versi sebelumnya.
Sindonews menjadi sangat percaya diri untuk sekadar memainkan game seperti Call of Duty Mobile ataupun Asphalt 9. Grafisnya bagus, minim lag, dan sangat lancar.
Lagi-lagi, memakai Redmi 10 seperti sedang menggunakan ponsel satu level diatas kompetitornya. Redmi 10 tidak terasa “terganggu” saat diajak memainkan game-game dengan grafis cukup berat seperti Call of Duty Mobile.
Nah, untuk multitasking, fitur rahasia yang bisa digunakan Redmi 10 adalah Memory Extension untuk menggunakan memori dari penyimpanan internal ponsel (ROM). Sehingga bisa mendistribusikan lebih banyak kapasitas RAM ketika pengguna menggunakan aplikasi yang mengkonsumsi kapasitas RAM besar. Silahkan dicoba, nanti. Cukup berdampak, kok.

Pengguna Redmi 10 benar-benar dimanjakan dengan keberadaan layar 6,5” FHD+ Dot Display. Sebab, idealnya jika memiliki bujet Rp2 jutaan, pengguna harus puas dengan ponsel berlayar HD+. Yang tentu saja ketajaman dan warnanya jauh berbeda dengan Full HD+.
Dan bukan itu saja, layar FHD+ itu diimbangi kecepatan refresh rate 90Hz yang bisa menyesuaikan kecepatan saat ngegame, scrolling medsos, hingga video streaming. Layar jadi terasa sangat smooth. Dan Sindonews merasa tidak sedang menggunakan ponsel Rp2 jutaan. Melainkan ponsel yang setingkat diatasnya.
3. Dual Stereo Speakers
Dual stereo speakers sudah jadi fitur wajib di kelas ponsel mid-range dan flagship. Mengapa? Karena memang keberadaannya sangat penting. Dengan speaker ganda, maka suara yang keluar di ponsel akan lebih tebal, lebih keras, dan lebih jernih.
Hal itu penting sekali tidak hanya untuk bermain game, hingga saat nonton film. Namun juga saat rapat, ketika kita butuh mendengarkan pembicaraan lewat speaker ponsel. Ada banyak seklai momen dimana kita butuh speaker smartphone yang kencang. Dan Redmi 10 memberikan hal itu lewat Dual Stereo Speaker-nya.
4. Prosesor Helio G88

Ini pembeda Redmi 10 dengan ponsel di kelas Rp2 jutaan lainnya: prosesor MediaTek Helio G88 terbaru. Karena memang performa Helio G88 ini terasa jauh lebih gegas dibanding Helio versi sebelumnya.
Sindonews menjadi sangat percaya diri untuk sekadar memainkan game seperti Call of Duty Mobile ataupun Asphalt 9. Grafisnya bagus, minim lag, dan sangat lancar.
Lagi-lagi, memakai Redmi 10 seperti sedang menggunakan ponsel satu level diatas kompetitornya. Redmi 10 tidak terasa “terganggu” saat diajak memainkan game-game dengan grafis cukup berat seperti Call of Duty Mobile.
Nah, untuk multitasking, fitur rahasia yang bisa digunakan Redmi 10 adalah Memory Extension untuk menggunakan memori dari penyimpanan internal ponsel (ROM). Sehingga bisa mendistribusikan lebih banyak kapasitas RAM ketika pengguna menggunakan aplikasi yang mengkonsumsi kapasitas RAM besar. Silahkan dicoba, nanti. Cukup berdampak, kok.
Lihat Juga :