China Batasi Remaja Bermain TikTok hanya 40 Menit Sehari

Selasa, 21 September 2021 - 22:04 WIB
loading...
China Batasi Remaja...
Hanya 40 menit sehari, China mulai batasi remaja bernain TikTok. FOTO/ IST
A A A
BEIJING - Tindakan keras China terdapat perusahaan teknologi besar terus berlanjut. Kini, giliran perusahaan induk TikTok, ByteDance, yang kena sentil.

Mereka baru saja mengumumkan aturan baru yang dirancang untuk membatasi pengguna platform Doutin (TikTok versi China) bagi anak-anak berusia di bawah 14 tahun. BACA JUGA - Bunuh Diri atau Pembunuhan, Polisi Gelar Perkara Kasus Gantung Diri yang Live Di-TikTok

Mengutip laman Cnet, Selasa (21/9/2021), remaja yang di bawah usia 14 tahun akan mengakses aplikasi dengan Youth Mode, di mana penggunaan akan dibatasi hingga 40 menit sehari.

Selain itu, kelompok usia ini hanya dapat mengakses aplikasi Douyin antara pukul 6 pagi hingga 10 malam.

Aplikasi Douyin hampir identik dengan TikTok, hanya saja memiliki moderasi konten yang jauh lebih ketat.

Klip yang sensitif secara politis, seperti yang merujuk pada Lapangan Tiananmen atau perlakuan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, segera dihapus. Douyin memiliki lebih dari 600 juta pengguna setiap hari.

Peraturan sebelumnya mengharuskan ByteDance dan perusahaan serupa untuk memverifikasi nama asli dan usia penggunanya.

Pengguna tersebut diharuskan menyerahkan nomor telepon dan informasi pengenal pribadi lainnya untuk mengakses aplikasi dan game online tertentu.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
DAMAC Digital Siap Jadikan...
DAMAC Digital Siap Jadikan Indonesia Kekuatan Digital Baru Asia
Ketika Karakter Marvel...
Ketika Karakter Marvel dan Star Wars Dibajak oleh AI Seedance 2.0, Hollywood Marah Besar
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Infografis
Industri Perbankan China...
Industri Perbankan China Memburuk, 40 Bank bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved