Arkeolog Berhasil Ungkap Misteri Kalender Matahari Kuno di Peru
Kamis, 16 September 2021 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Struktur dasarnya bekerja seperti jam raksasa, menandai berlalunya waktu selama rentang satu tahun. Pada bulan September, Matahari akan terbit di suatu tempat antara menara kelima dan keenam.
Pada 21 Desember, ia merayap di antara menara terakhir saat fajar menyingsing. "Chankillo adalah mahakarya orang Peru kuno. Sebuah mahakarya arsitektur, mahakarya teknologi dan astronomi. Ini adalah tempat lahirnya astronomi di Amerika," katanya.
BACA JUGA: Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus dengan Tiga Langkah Mudah
Selain digunakan sebagai kalender matahari, kemungkinan Chankillo juga merupakan tempat pemujaan Matahari. Karena situs di sebelah timur dan barat menara menampilkan sisa-sisa benda yang digunakan untuk upacara pengorbanan.
Observatorium dan pelengkap seremonialnya dilindungi oleh dinding benteng yang terbuat dari batu, lumpur dan batang pohon. Sayangnya, situs yang membentang seluas 5.000 hektare baru satu persennya yang diyakini telah dipelajari.
Pada 21 Desember, ia merayap di antara menara terakhir saat fajar menyingsing. "Chankillo adalah mahakarya orang Peru kuno. Sebuah mahakarya arsitektur, mahakarya teknologi dan astronomi. Ini adalah tempat lahirnya astronomi di Amerika," katanya.
BACA JUGA: Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus dengan Tiga Langkah Mudah
Selain digunakan sebagai kalender matahari, kemungkinan Chankillo juga merupakan tempat pemujaan Matahari. Karena situs di sebelah timur dan barat menara menampilkan sisa-sisa benda yang digunakan untuk upacara pengorbanan.
Observatorium dan pelengkap seremonialnya dilindungi oleh dinding benteng yang terbuat dari batu, lumpur dan batang pohon. Sayangnya, situs yang membentang seluas 5.000 hektare baru satu persennya yang diyakini telah dipelajari.
(ysw)
Lihat Juga :