Wow, Jumlah Warganet di Indonesia Diperkirakan Tembus 165 Juta di Akhir 2021
Kamis, 16 September 2021 - 15:05 WIB
loading...
Konsumen digital di Indonesia tumbuh drastis dibandingkan tahun lalu. Foto: dok Vesta
A
A
A
JAKARTA - Jumlah warganet di Indonesia diperkirakan akan tembus rekor baru. Yakni, mencapai 165 juta konsumen digital pada akhir tahun ini. Dibandingkan tahun lalu? Jauh! Peningkatannya drastis. Tahun lalu jumlah warganet hanya mencapai 144 juta saja.
BACA JUGA: Adu Banteng Kamera POCO F3 VS OPPO Reno6, Mana Pilihan Anda?
Hal tersebut terungkap dalam laporan tahunan Facebook dan Bain & Company yang bertajuk SYNC Southeast Asia. Laporan ini mendalami tren ekonomi digital dan masa depan e-commerce di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
”Melihat perjalanan belanja online konsumen Indonesia dan gaya hidup digital yang semakin berkembang, sangatlah penting bagi kita untuk mengatur kembali strategi untuk berinteraksi dengan konsumen,” kata Pieter Lydian, Country Director untuk Facebook Indonesia, dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9).
”Hal ini menghadirkan peluang bagi bisnis untuk membangun merek mereka dan terhubung dengan konsumen dalam hal yang paling penting bagi mereka,” sambungnya.
Studi ini dilakukan berdasarkan survei kepada sekitar 16.700 konsumen digital dan wawancara dengan lebih dari 20 CXO di enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Konsumen digital yang disurvei adalah mereka yang telah melakukan transaksi online setidaknya untuk dua kategori produk dalam tiga bulan terakhir dan berusia di atas 15 tahun.
Menurut Bain & Company, pertumbuhan konsumen digital di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai 350 juta pada akhir 2021, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Yakni sekitar 310 juta pada akhir 2020.
Artinya, hampir 80 persen konsumen Asia Tenggara akan beralih ke digital pada akhir tahun ini.
Lebih lanjut, konsumen di Indonesia tidak hanya berbelanja lebih banyak secara online seperti yang diperkirakan pada 2020. Namun, semakin banyak dari mereka (48 persen) yang menggunakan platform online sebagai sarana utama untuk melakukan pembelian.
Mereka terbuka untuk menemukan produk dan layanan baru. Bahkan, 56 persen di antaranya mengatakan mereka tidak tahu apa yang ingin mereka beli ketika mereka sedang online.
Adapun 44 persen mengatakan bahwa mereka telah mencoba toko online baru tahun ini yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.
BACA JUGA: Perbandingan Kamera POCO M3 Pro 5G VS Samsung Galaxy A22 5G
Selain itu, mereka juga membeli lebih banyak kategori secara online. Mereka menyebut bahwa kini melihat rata-rata 8,8 kategori secara online-- 70 persen lebih tinggi dari rata-rata 5,1 pada 2020.
BACA JUGA: Adu Banteng Kamera POCO F3 VS OPPO Reno6, Mana Pilihan Anda?
Hal tersebut terungkap dalam laporan tahunan Facebook dan Bain & Company yang bertajuk SYNC Southeast Asia. Laporan ini mendalami tren ekonomi digital dan masa depan e-commerce di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
”Melihat perjalanan belanja online konsumen Indonesia dan gaya hidup digital yang semakin berkembang, sangatlah penting bagi kita untuk mengatur kembali strategi untuk berinteraksi dengan konsumen,” kata Pieter Lydian, Country Director untuk Facebook Indonesia, dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9).
”Hal ini menghadirkan peluang bagi bisnis untuk membangun merek mereka dan terhubung dengan konsumen dalam hal yang paling penting bagi mereka,” sambungnya.
Studi ini dilakukan berdasarkan survei kepada sekitar 16.700 konsumen digital dan wawancara dengan lebih dari 20 CXO di enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Konsumen digital yang disurvei adalah mereka yang telah melakukan transaksi online setidaknya untuk dua kategori produk dalam tiga bulan terakhir dan berusia di atas 15 tahun.
Menurut Bain & Company, pertumbuhan konsumen digital di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai 350 juta pada akhir 2021, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Yakni sekitar 310 juta pada akhir 2020.
Artinya, hampir 80 persen konsumen Asia Tenggara akan beralih ke digital pada akhir tahun ini.
Lebih lanjut, konsumen di Indonesia tidak hanya berbelanja lebih banyak secara online seperti yang diperkirakan pada 2020. Namun, semakin banyak dari mereka (48 persen) yang menggunakan platform online sebagai sarana utama untuk melakukan pembelian.
Mereka terbuka untuk menemukan produk dan layanan baru. Bahkan, 56 persen di antaranya mengatakan mereka tidak tahu apa yang ingin mereka beli ketika mereka sedang online.
Adapun 44 persen mengatakan bahwa mereka telah mencoba toko online baru tahun ini yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.
BACA JUGA: Perbandingan Kamera POCO M3 Pro 5G VS Samsung Galaxy A22 5G
Selain itu, mereka juga membeli lebih banyak kategori secara online. Mereka menyebut bahwa kini melihat rata-rata 8,8 kategori secara online-- 70 persen lebih tinggi dari rata-rata 5,1 pada 2020.
(dan)
Lihat Juga :