Taliban Kuasai Mesin Biometrik, Simpatisan AS di Afghanistan Kini Terancam
Senin, 23 Agustus 2021 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Mr Kiernan, anggota think-tank AS Proyek Keamanan Nasional Truman, mengatakan kemungkinan Taliban memiliki akses ke beberapa data biometrik koalisi sangat besar. Tetapi tidak yakin apakah mereka akan memiliki pengetahuan teknis untuk mengeksploitasi perangkat biometrik itu.
Jurnalis dan penulis Annie Jacobsen, yang telah meneliti biometrik militer mengatakan, tidak mungkin Taliban dapat mengakses sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh koalisi, bahkan jika memiliki mesin HIIDE. Karena data dari perangkat HIIDE tidak disimpan di Afghanistan, tetapi di Sistem Identifikasi Biometrik Otomatis Pentagon yang memiliki sistem keamanana berlapis dan sulit ditembus.
BACA JUGA: Bumi Baru Saja Dilintasi Asterois Super Besar
Sebelum jatuh ke Taliban , Pemerintah Afghanistan juga telah menggunakan biometrik untuk mengumpulkan data warganya. Otoritas Informasi dan Statistik Nasional Afghanistan telah memproses lebih dari enam juta aplikasi untuk kartu identitas biometrik e-Tazkira, yang mencakup sidik jari, pemindaian iris mata, dan foto.
Biometrik, termasuk pengenalan wajah, juga digunakan untuk memeriksa pendaftaran pemilih pada pemilu 2019. Negara ini bahkan meluncurkan daftar bisnis dan berencana untuk mengumpulkan data biometrik dari siswa di madrasah.
Jurnalis dan penulis Annie Jacobsen, yang telah meneliti biometrik militer mengatakan, tidak mungkin Taliban dapat mengakses sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh koalisi, bahkan jika memiliki mesin HIIDE. Karena data dari perangkat HIIDE tidak disimpan di Afghanistan, tetapi di Sistem Identifikasi Biometrik Otomatis Pentagon yang memiliki sistem keamanana berlapis dan sulit ditembus.
BACA JUGA: Bumi Baru Saja Dilintasi Asterois Super Besar
Sebelum jatuh ke Taliban , Pemerintah Afghanistan juga telah menggunakan biometrik untuk mengumpulkan data warganya. Otoritas Informasi dan Statistik Nasional Afghanistan telah memproses lebih dari enam juta aplikasi untuk kartu identitas biometrik e-Tazkira, yang mencakup sidik jari, pemindaian iris mata, dan foto.
Biometrik, termasuk pengenalan wajah, juga digunakan untuk memeriksa pendaftaran pemilih pada pemilu 2019. Negara ini bahkan meluncurkan daftar bisnis dan berencana untuk mengumpulkan data biometrik dari siswa di madrasah.
(ysw)
Lihat Juga :