WhatsApp dan ICT Watch Gelar Program untuk Gencarkan Literasi Digital
Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Indriyatno menambahkan, anak muda Indonesia memiliki literasi digital yang lebih baik dari generasi lainnya. Hal ini yang mendasari pihaknya bersama WhatsApp ingin mendorong anak muda dari berbagai daerah untuk dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi digital di ranah lokal, khususnya dalam menjaga keamanan digital dan melawan hoaks.
"Tentunya program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan Kominfo, Siberkreasi, RelawanTIK, Pemerintah Daerah, institusi perguruan tinggi dan sekolah, serta mitra lainnya," imbuhnya.
BACA JUGA: Game Penghasil Uang yang Bisa Bikin Dompet Terisi Sambil Rebahan
Kegiatan-kegiatan edukasi lokal oleh para aktivis muda ini didukung untuk memberdayakan lebih dari 15.000 orang termasuk anak muda, orang tua, guru, komunitas, serta pelaku UKM di daerah-daerah.
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) percaya bahwa kolaborasi JaWAra Internet Sehat melengkapi program literasi digital yang telah diusung pemerintah, dan akan berperan penting dalam memerangi misinformasi di era pandemi yang dapat berakibat fatal.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menuturkan bahwa perubahan budaya masyarakat Indonesia yang lebih mobile first, membawa pada semakin banyaknya aktivitas masyarakat terjadi di dunia digital. Dampak negatifnya adalah masyarakat menjadi rentan terhadap konten-konten negatif yang beredar.
"Tentunya program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan Kominfo, Siberkreasi, RelawanTIK, Pemerintah Daerah, institusi perguruan tinggi dan sekolah, serta mitra lainnya," imbuhnya.
BACA JUGA: Game Penghasil Uang yang Bisa Bikin Dompet Terisi Sambil Rebahan
Kegiatan-kegiatan edukasi lokal oleh para aktivis muda ini didukung untuk memberdayakan lebih dari 15.000 orang termasuk anak muda, orang tua, guru, komunitas, serta pelaku UKM di daerah-daerah.
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) percaya bahwa kolaborasi JaWAra Internet Sehat melengkapi program literasi digital yang telah diusung pemerintah, dan akan berperan penting dalam memerangi misinformasi di era pandemi yang dapat berakibat fatal.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menuturkan bahwa perubahan budaya masyarakat Indonesia yang lebih mobile first, membawa pada semakin banyaknya aktivitas masyarakat terjadi di dunia digital. Dampak negatifnya adalah masyarakat menjadi rentan terhadap konten-konten negatif yang beredar.
Lihat Juga :