Jadi Rebutan Taliban, UNODC Pastikan Hasil Tanah Afghanistan Melebihi Harga Emas & Minyak
Rabu, 18 Agustus 2021 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Survei tersebut mencatat daerah yang ditanami pada 2020 termasuk di antara empat daerah tertinggi yang pernah diukur di Afghanistan. Penanaman ganja meningkat di sebagian besar wilayah negara itu. Sebanyak 22 dari 34 provinsi di Afghanistan menanam ganja tahun lalu, menurunkan jumlah provinsi bebas ganja dari 13 menjadi 12, jika dibandingkan dengan 2019.
Wilayah barat daya Afghanistan, seperti biasa, menyumbang 71 persen dari total produksi opium, sedangkan penanaman di wilayah timur telah berkurang 28 persen. Provinsi Helmand Selatan, yang sebagian besar dikuasai atau diperebutkan oleh Taliban, tetap menjadi provinsi penanam ganja utama negara itu.
Para pejabat PBB mengatakan tantangan terkait aturan hukum seperti ketidakstabilan politik, korupsi, ketidakstabilan dan ketidakamanan yang disebabkan oleh kelompok pemberontak termasuk di antara faktor-faktor utama yang mendorong tingginya tingkat penanaman ganja di Afghanistan.
Faktor sosial ekonomi juga turut mempengaruhi keputusan para petani, seperti langkanya kesempatan kerja, pendidikan yang kurang berkualitas dan akses yang terbatas ke pasar.
Para pelaku survei menggunakan gambar-gambar satelit untuk memperkirakan hasil ganja karena pandemi virus corona menghambat mereka mengumpulkan data ganja di lapangan.
Wilayah barat daya Afghanistan, seperti biasa, menyumbang 71 persen dari total produksi opium, sedangkan penanaman di wilayah timur telah berkurang 28 persen. Provinsi Helmand Selatan, yang sebagian besar dikuasai atau diperebutkan oleh Taliban, tetap menjadi provinsi penanam ganja utama negara itu.
Para pejabat PBB mengatakan tantangan terkait aturan hukum seperti ketidakstabilan politik, korupsi, ketidakstabilan dan ketidakamanan yang disebabkan oleh kelompok pemberontak termasuk di antara faktor-faktor utama yang mendorong tingginya tingkat penanaman ganja di Afghanistan.
Faktor sosial ekonomi juga turut mempengaruhi keputusan para petani, seperti langkanya kesempatan kerja, pendidikan yang kurang berkualitas dan akses yang terbatas ke pasar.
Para pelaku survei menggunakan gambar-gambar satelit untuk memperkirakan hasil ganja karena pandemi virus corona menghambat mereka mengumpulkan data ganja di lapangan.
(wbs)
Lihat Juga :