Strategi dan Inovasi Merck Indonesia di Tengah Gempuran COVID-19

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 16:15 WIB
loading...
Strategi dan Inovasi...
Proses Produksi obat-obatan buatan Merck Indonesia di Pasar Rebo Jakarta. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Semua negara termasuk Indonesia tengah berjuang untuk keluar dari kepungan Virus COVID-19. Hal ini yang juga dilakukan Perusahaan sains dan teknologi, PT Merck Tbk mempersiapkan riset dan inovasi pengobatan saat pandemi COVID-19.

Direktur Plant Merck Arryo A. Wachjuwidajat mengatakan, salah satu tantangan terberat ialah kekurangan bahan baku obat. Hal ini tak terlepas dari ekspor yang harus dilakukan pihaknya.

"Merck terus melakukan inovasi untuk tetap bisa menggunakan kandungan bahan dasar lokal." ujar Arryo dalam keterangan persnya secara virtual Jumat (13/8/2021)

Arryo menegaskan PT Merck tetap beraktivitas memproduksi obat-obatan di masa pandemi Plant Pasar Rebo tetap beroperasi.

"Saya bicara aktual situasion. Bagaimana menghadapi situasi sulit yang sebelumya belum pernah kita hadapi terkait rantai pasokan. Itu mungkin bukan hanya untuk sektor farmasi tapi juga semua industri, bagaimana kita menjamin rantai pasokan produksi di mana bahan baku hampir 90 persen masih harus impor dari negara tertentu," katanya.

Beberapa negara bahkan melakukan lockdown atau karantina wilayah sehingga bahan baku tak bisa dikirim karena terputusnya transportasi.

"Saat pandemi mereka menutup transportasinya, itu adalah tantangan yang tak pernah terpikirkan oleh semua orang dan kita harus menyiasatinya," ujarnya.

Tak hanya itu, terdapat juga tantangan lain yang harus dihadapi perusahaan, yakni memperbaiki efisiensi produksi pabrik sehingga biaya yang tak perlu bisa ditekan dengan maksimal.

"Secara umum tantangan lain adalah bagaimana kita memperbaiki efisiensi produksi, tanpa itu beban biaya tidak bisa dikontrol, proses tidak efisien, itu akan menjadi boomerang buat kami sebagai produsen. Jadi harus kita jamin dari sisi waktu dan sumber daya," tuturnya.

Perusahaan juga mengaku memiliki sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan yang terjadi saat ini, pabrik di Pasar Rebo merupakan satu-satunya pabrik yang dimiliki Merck di Asia Tenggara. Dengan begitu terbuka untuk mengafiliasi Merck di berbagai negara di Asia Tenggara.

Arryo menuturkan, bila produk yang dijual tersebut untuk ekspor lebih banyak berasal dari klien yang memakai jasa pabriknya.

Ia mengatakan, pihaknya punya pengalaman untuk ekspor obat yang dijual bebas.

“Tapi kemudian terjadilah proses difensasi produk itu. Meski demikian, kita punya pengalaman produk itu. Kita tidak akan lagi memproduksi produk itu dan kita coba alihkan fokus kita ke produk resep milik kita sendiri," kata dia.

PT Merck Tbk mengatakan, pihaknya akan merintis ke obat resep dan siap jangkau Asia Pasifik. “Sekarang kita mulai merintis fokus kita lebih ke obat resep. Hanya saja ekspornya ke Asia Pasifik kecuali China karena ada pabrik juga di sana,” kata dia.

Arryo menuturkan, pabrik perseroan memiliki beragam keunggulan dan siap menjadi regional supplier. Perseroan berambisi menjadi global supplier dan dimulai dari regional terlebih dahulu.

“Kita punya landasan dan modal yang cukup. Sisi produksi juga siap. Fasilitas juga tersedia,” ujar dia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembangkan Riset Farmasi,...
Kembangkan Riset Farmasi, Lab DDS Dihadirkan
Mengenal Teknologi NIR,...
Mengenal Teknologi NIR, Mampu Analisis Cepat dan Akurat di Berbagai Industri
5 Basa Terkuat di Dunia,...
5 Basa Terkuat di Dunia, Nomor 3 Penting dalam Bidang Farmasi
13 Talenta RI Ditempa...
13 Talenta RI Ditempa di Pusat R&D Daewoong Pharmaceutical
Daewoong Pharmaceutical...
Daewoong Pharmaceutical Pilih 13 Talenta Berbakat RI Pelajari Teknologi Kesehatan
Kembangkan Teknologi...
Kembangkan Teknologi Formulasi Obat, Daewoong Jaring 10 Mahasiswa
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Obesitas Menopause Jadi...
Obesitas Menopause Jadi Pasar Baru, Wegovy Buktikan Efektivitas Klinis
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved