Telanjangi Ribuan Foto Wanita dengan Deepfake, Situs Ini Jadi Kontroversi
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Huffington Post sendiri sudah memeriksa provider situs tersebut dan diketahui dibuat oleh IP Volume Inc. Menurut Scamalytics, perusahaan anti-cyberfraud IP Volume Inc termasuk dalam kategori penyedia ISP dengan risiko tinggi penipuan.
"Kami memberi nilai IP Volume Inc 43/100 yang artinya sekitar 43% situs yang dibuat berpotensi penipuan," jelas Scamalytics.
Uniknya begitu IP Volume Inc dikontak oleh Huffington Post, tiba-tiba saja situs tersebut langsung tidak bisa diakses. Beberapa hari kemudian mereka justru hadir kembali dengan menggunakan provider yang berbeda.
Situs tersebut bahkan mencantumkan disclaimer bahwa teknologi yang mereka gunakan merupakang pengembangan jutaan titik data dan penelitian bertahun-tahun. Termasuk pelatihan model AI selama berbulan-bulan.
"Situs ini dibangun dengan menghabiskan banyak waktu dan uang," tulis situs terlarang itu.
Baca juga : Calon Obat Covid-19, WHO Uji Coba Obat dengan Ekstrak Artemisia yang Bikin Gempar
Sementara Roy Azoulay, pendiri dan CEO Serelay, situs validasi data dan foto mengatakan bahwa teknologi rekayasa gambar yang dilakukan situs tersebut sebenarnya sangat mudah ditemukan. Teknologi Deepfake itu beredar di dunia maya dengan berbagai niatan.Beberapa aplikasi yang ada di ponsel pintar bahkan banyak ditemukan. Contohnya seperti MyHeritagedan lain-lain.
"Kami memberi nilai IP Volume Inc 43/100 yang artinya sekitar 43% situs yang dibuat berpotensi penipuan," jelas Scamalytics.
Uniknya begitu IP Volume Inc dikontak oleh Huffington Post, tiba-tiba saja situs tersebut langsung tidak bisa diakses. Beberapa hari kemudian mereka justru hadir kembali dengan menggunakan provider yang berbeda.
Situs tersebut bahkan mencantumkan disclaimer bahwa teknologi yang mereka gunakan merupakang pengembangan jutaan titik data dan penelitian bertahun-tahun. Termasuk pelatihan model AI selama berbulan-bulan.
"Situs ini dibangun dengan menghabiskan banyak waktu dan uang," tulis situs terlarang itu.
Baca juga : Calon Obat Covid-19, WHO Uji Coba Obat dengan Ekstrak Artemisia yang Bikin Gempar
Sementara Roy Azoulay, pendiri dan CEO Serelay, situs validasi data dan foto mengatakan bahwa teknologi rekayasa gambar yang dilakukan situs tersebut sebenarnya sangat mudah ditemukan. Teknologi Deepfake itu beredar di dunia maya dengan berbagai niatan.Beberapa aplikasi yang ada di ponsel pintar bahkan banyak ditemukan. Contohnya seperti MyHeritagedan lain-lain.
Lihat Juga :