Soal Jakarta Akan Tenggelam, Dosen ITB Patahkan Ramalan Joe Biden
Rabu, 11 Agustus 2021 - 07:26 WIB
loading...
Dosen Oseanografi Institut Teknologi Bandung (ITB), Hamzah Latief mengatakan, tentang isu Jakarta akan tenggelam pada 10 tahun mendatang. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Dosen Oseanografi Institut Teknologi Bandung (ITB), Hamzah Latief mengatakan, tentang isu Jakarta akan tenggelam pada 10 tahun mendatang. Ramalan tersebut dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Menurut Hamzah, Amerika sudah mengetahui tentang ini lebih dulu. Sebab sebenarnya prediksi Jakarta akan tenggelam adalah dari riset dari Indonesia sendiri.
"Ini memang riset kita," ujar Hamzah dalam seminar virtual yang digelar Alumni ITB bertajuk 'Jakarta Tenggelam', Selasa (10/8/2021).
BACA: Joe Biden Sebut Jakarta Akan Tenggelam 1 Tahun Lagi, Anak Buah Anies Diminta Action
Lebih lanjut, kata Hamzah, sebelum mengatakan bahwa Jakarta akan tenggelam yaitu harus mengetahui dua komponen, sosial dan komponen alami memang harus dipikirkan.
"Tentang isu tenggelam ini, menariknya itu pertama, mana yang tenggelam permanen dan yang mana tenggelam berkala. Bagaimana tinggi rendamannya, kemudian frekuensinya seperti apa dan kapan terjadinya," katanya.
Wilayah laut di Indonesia sendiri memiliki parameter-parameter, di mana terjadi bencana alam seperti tsunami hingga gempa bumi. Kemudian ada abrasi, pasang surut dan semuanya harus dilihat dalam satu kesatuan.
Menurut Hamzah, Amerika sudah mengetahui tentang ini lebih dulu. Sebab sebenarnya prediksi Jakarta akan tenggelam adalah dari riset dari Indonesia sendiri.
"Ini memang riset kita," ujar Hamzah dalam seminar virtual yang digelar Alumni ITB bertajuk 'Jakarta Tenggelam', Selasa (10/8/2021).
BACA: Joe Biden Sebut Jakarta Akan Tenggelam 1 Tahun Lagi, Anak Buah Anies Diminta Action
Lebih lanjut, kata Hamzah, sebelum mengatakan bahwa Jakarta akan tenggelam yaitu harus mengetahui dua komponen, sosial dan komponen alami memang harus dipikirkan.
"Tentang isu tenggelam ini, menariknya itu pertama, mana yang tenggelam permanen dan yang mana tenggelam berkala. Bagaimana tinggi rendamannya, kemudian frekuensinya seperti apa dan kapan terjadinya," katanya.
Wilayah laut di Indonesia sendiri memiliki parameter-parameter, di mana terjadi bencana alam seperti tsunami hingga gempa bumi. Kemudian ada abrasi, pasang surut dan semuanya harus dilihat dalam satu kesatuan.
Lihat Juga :