Laporan Ilmiah Berisi Modifikasi Virus Corona Laboratorium Wuhan
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Laporan tersebut secara khusus menyatakan bahwa, virus tersebut bocor paling cepat akhir Agustus atau awal September 2019. Setelah kejadian itu, pejabat Komunis Tiongkok dan Institut Virologi Wuhan mulai mati-matian menutupinya.
Salah satu langkah yang dilakukan untuk menutupinya adalah pada larut malam pada 12 September, virus Wuhan tiba-tiba membuat database virus dan sampel secara offline, karena dengan dalih serangan ke kotak surat tim Shi Zhengli.
China telah berkali-kali menyangkal bahwa virus corona yang dimodifikasi secara genetik bocor dari fasilitas di Wuhan—tempat kasus COVID-19 pertama terdeteksi pada 2019—sebuah teori terkemuka tetapi belum terbukti di antara beberapa ahli. Beijing juga membantah tuduhan menutup-nutupi kemunculan virus tersebut.
Pakar lain menduga pandemi itu disebabkan oleh virus hewan yang kemungkinan ditularkan ke manusia di pasar makanan laut dekat WIV.
"Kami sekarang percaya sudah waktunya untuk sepenuhnya mengabaikan pasar basah sebagai sumbernya," bunyi laporan Partai Republik AS.
"Kami juga percaya banyak bukti yang membuktikan bahwa virus memang bocor dari WIV dan itu terjadi sebelum 12 September 2019," lanjut laporan tersebut yang dilansir Reuters, Senin (2/8/2021).
Laporan partainya mantan presiden Donald Trump tersebut mengutip apa yang disebutnya informasi baru dan yang kurang dilaporkan tentang protokol keselamatan di laboratorium, termasuk permintaan Juli 2019 untuk perbaikan sistem pengolahan limbah berbahaya senilai USD1,5 juta untuk fasilitas tersebut, yang berusia kurang dari dua tahun.
Salah satu langkah yang dilakukan untuk menutupinya adalah pada larut malam pada 12 September, virus Wuhan tiba-tiba membuat database virus dan sampel secara offline, karena dengan dalih serangan ke kotak surat tim Shi Zhengli.
China telah berkali-kali menyangkal bahwa virus corona yang dimodifikasi secara genetik bocor dari fasilitas di Wuhan—tempat kasus COVID-19 pertama terdeteksi pada 2019—sebuah teori terkemuka tetapi belum terbukti di antara beberapa ahli. Beijing juga membantah tuduhan menutup-nutupi kemunculan virus tersebut.
Pakar lain menduga pandemi itu disebabkan oleh virus hewan yang kemungkinan ditularkan ke manusia di pasar makanan laut dekat WIV.
"Kami sekarang percaya sudah waktunya untuk sepenuhnya mengabaikan pasar basah sebagai sumbernya," bunyi laporan Partai Republik AS.
"Kami juga percaya banyak bukti yang membuktikan bahwa virus memang bocor dari WIV dan itu terjadi sebelum 12 September 2019," lanjut laporan tersebut yang dilansir Reuters, Senin (2/8/2021).
Laporan partainya mantan presiden Donald Trump tersebut mengutip apa yang disebutnya informasi baru dan yang kurang dilaporkan tentang protokol keselamatan di laboratorium, termasuk permintaan Juli 2019 untuk perbaikan sistem pengolahan limbah berbahaya senilai USD1,5 juta untuk fasilitas tersebut, yang berusia kurang dari dua tahun.
Lihat Juga :