Jumlah Serangan DDoS Menurun di Q2 2021
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang Q2, jumlah serangan DDoS berfluktuasi antara 500 dan 800 per hari. Pada hari yang paling tenang, hanya 60 serangan yang tercatat, dan pada hari yang paling intens, ini mencapai 1.164.
Pakar Kaspersky juga menganalisis negara mana yang memiliki bot dan server berbahaya yang menyerang perangkat IoT untuk memperluas botnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perangkat yang meluncurkan serangan banyak berada di Tiongkok (31,8 persen), disusul Amerika Serikat (12,5 persen) menempati posisi kedua, dan Jerman (5,9 persen) berada di urutan ketiga.
“Kuartal kedua 2021 menunjukkan situasi yang lebih tenang. Ada sedikit penurunan dalam jumlah total serangan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” kata Alexey Kiselev, Business Development Manager di the Kaspersky DDoS Protection team, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021)
Kaspersky juga memprediksi tidak ada ancaman kenaikan atau penurunan tajam pada lanskap serangan DDoS , pada kuartal ketiga.
“Lanskap serangan ini tentunya juga akan terus sangat bergantung pada tingkat cryptocurrency, yang tetap mengalami peningkatan secara konsisten mungkin untuk waktu yang lama,” pungkasnya
Pakar Kaspersky juga menganalisis negara mana yang memiliki bot dan server berbahaya yang menyerang perangkat IoT untuk memperluas botnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perangkat yang meluncurkan serangan banyak berada di Tiongkok (31,8 persen), disusul Amerika Serikat (12,5 persen) menempati posisi kedua, dan Jerman (5,9 persen) berada di urutan ketiga.
“Kuartal kedua 2021 menunjukkan situasi yang lebih tenang. Ada sedikit penurunan dalam jumlah total serangan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” kata Alexey Kiselev, Business Development Manager di the Kaspersky DDoS Protection team, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021)
Kaspersky juga memprediksi tidak ada ancaman kenaikan atau penurunan tajam pada lanskap serangan DDoS , pada kuartal ketiga.
“Lanskap serangan ini tentunya juga akan terus sangat bergantung pada tingkat cryptocurrency, yang tetap mengalami peningkatan secara konsisten mungkin untuk waktu yang lama,” pungkasnya
(wbs)
Lihat Juga :