Facebook dan Google Tunda WFO hingga 18 Oktober, Staf Wajib Divaksin

Sabtu, 31 Juli 2021 - 11:12 WIB
loading...
Facebook dan Google...
Meningkatnya kasus Covud-19 di Amerika Serikat memaksa Facebook dan Google menunda rencana work from office (WFO) hingga 18 Oktober 2021. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Meningkatnya kasus Covid-19 di Amerika Serikat memaksa Facebook dan Google menunda rencana work from office (WFO) hingga 18 Oktober 2021. Nantinya, seluru karyawan yang akan WFO juga diwajibkan untuk melakukan vaksinasi.

Dilansir BBC News, Sabtu (31/7/2021), Google mengumumkan bahwa mereka akan menunda kembali ke kewajiban ke kantor hingga 18 Oktober 2021. Perusahaan itu bergabung dengan Facebook dengan mengatakan akan mewajibkan pekerja AS yang kembali ke kantor untuk divaksinasi.

BACA: Dua Mantan Bos WhatsApp Buat Jejaring Sosial HalloApp

Twitter yang sebelumnya sudah membuka kantornya dengan 50% staf, kembali menutup kantor di San Francisco dan New York sekali lagi. Twitter mengatakan tetap berkomitmen untuk memberi karyawan pilihan untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Dalam email kepada semua karyawan pada hari Rabu, kepala eksekutif Google Sundar Pichai mengatakan perusahaan akan memperpanjang kebijakan global, sukarela, bekerja dari rumah hingga 18 Oktober.

Selain itu, email tersebut mengatakan "siapa pun yang datang untuk bekerja di kantor perlu divaksinasi". Kebijakan tersebut akan diluncurkan di AS, dan kemudian diperluas ke wilayah lain.

Bos Google mengatakan penerapan kebijakannya akan bervariasi sesuai dengan kondisi dan peraturan setempat, dan hanya akan berlaku setelah vaksin tersedia secara luas di suatu daerah. Rincian lebih lanjut akan diberikan tentang pengecualian untuk alasan medis dan "dilindungi" lainnya, tambahnya.

Facebook juga telah mengumumkan bahwa akan mengharuskan staf mereka yang bekerja di kantor untuk divaksinasi.

BACA JUGA: Medan Magnet Bumi Retak Dihantam Angin Matahari Berkecepatan Tinggi

Dalam sebuah pernyataan, wakil presiden Facebook Lori Goler menulis: "Kami akan memiliki kelonggaran bagi mereka yang tidak dapat divaksinasi karena alasan medis atau lainnya, dan akan mengevaluasi pendekatan kami di wilayah lain seiring dengan perkembangan situasi."

Ms Goler mengatakan rencana kembali ke kantor perusahaan akan "memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua orang".
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram Perlu Memperhatikan Hal Ini
Facebook Mengalami Kesalahan...
Facebook Mengalami Kesalahan Aneh, Ini yang Terjadi
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Dorong Literasi AI,...
Dorong Literasi AI, Google Indonesia Lantik 2.000 Student Ambassadors
Mendagri: Kebijakan...
Mendagri: Kebijakan WFH Wajib Diikuti Seluruh Pemerintah Daerah
Rekomendasi
Christian Eriksen Kembali...
Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan saat Uji Coba Denmark vs Ukraina
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Berita Terkini
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Infografis
Pengendara Motor 250...
Pengendara Motor 250 hingga 500 cc Wajib Miliki SIM C1
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved