Waspada Hoax Soal CT Value, Ini Penjelasan Resmi Dokter

Kamis, 22 Juli 2021 - 16:05 WIB
loading...
Waspada Hoax Soal CT...
Sejumlah kendaraan ambulance yang membawa pasien Covid-19 memasuki gerbang Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, belum lama ini. Foto: Sindonews/Sutikno
A A A
JAKARTA - Seiring melonjaknya kasus Covid-19, banyak hoax yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah pengertian mengenai Cycle Threshold Value (CT Value) pada hasil tes PCR Covid-19. Kabar yang beredar menyebut bahwa nilai CT 0-11 disebut invalid, 12-20 buruk, 21-30 dan 31-40 dianggap baik.

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i memastikan bahwa penjelasan seperti yang beredar tersebut adalah salah. Ia mengatakan bahwa hasil PCR positif berapapun nilai CT valuenya, seseorang harus menjalani isolasi dan segera konsultasi dengan dokter. Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan Protokol Tatalaksana Covid-19 Lima Organisasi Profesi pada 14 Juli 2021.

BACA JUGA: Riset: Layanan PayLater Jadi Solusi Masyarakat Mencicil Kebutuhan Selama Pandemi

Dalam unggahan akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Kamis (22/07), dr. Fajri membagikan empat fakta menarik terkait dengan CT Value yang disampaikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia edisi 1, 15 Juli 2021.

1. Tidak ada pengelompokan baik, buruk, dan invalid berdasarkan CT Value.

2. CT Value tidak dapat dibandingkan antar lab karena ada perbedaan sampel yang diperiksa, metode, alat, dan reagen.

3. CT value yang tinggo 31-40 dapat ditemukan juga pada awal masa infeksi sehingga bisa menularkan.

4. Ada alat atau reagen yang memang mampu mendeteksi RNA virus dengan CT Value
Lantas apakah nilai CT dapat digunakan untuk menilai seseorang masih dapat menularkan atau tidak virus Covid-19 (infeksius)?

“Tidak, meskipun upaya untuk membiakkan virus (kultur virus untuk melihat apa virus masih menularkan) dari saluran pernapasan bagian atas sebagian besar tidak berhasil ketika nilai CT tinggi. Namun, nilai CT bukanlah ukuran kuantitatif banyaknya virus. Selain itu, tidak ada nilai CT yang sudah standarisasi oleh berbagai platform RT-PCR atau disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam manajemen klinis,” ujar dr. Fajri.

BACA JUGA: Review POCO M3 Pro 5G, Ponsel 5G Termurah di Indonesia Bisa Apa?

Lebih lanjut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika (CDC) tidak mendukung atau merekomendasikan penggunaan nilai CT untuk menilai apakah seseorang tidak lagi menular. Namun, nilai CT serial (diukur beberapa kali) mungkin berguna dalam konteks seluruh informasi yang tersedia saat menilai pemulihan dan resolusi infeksi (dinilai oleh dokter berdasarkan perjalanan klinis).
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenkes: CT Value Tidak...
Kemenkes: CT Value Tidak Bisa Dijadikan Dasar Penentu Varian Virus Corona
Waspada Hoax Soal CT...
Waspada Hoax Soal CT Value, Ini Penjelasan Resmi Dokter
Rekomendasi
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved