Polutif, Babi Hutan Lebih Berbahaya Dibanding Jutaan Mobil

Selasa, 20 Juli 2021 - 18:00 WIB
loading...
Polutif, Babi Hutan...
Babi hutan kerap menggali tanah dengan jangkauan yang luas sehingga melepaskan karbondioksida yang tertanam di tanah. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Siapa sangka ternyata babi hutan lebih polutif dibanding jutaan mobil. Dalam studi yang dilakukan oleh dua universitas, University of Canterbury dan University of Queensland diketahui babi hutan menghasilkan gas karbondioksida yang lebih banyak dibandingkan jutaan mobil tiap tahunnya.

Studi yang diberinama Unrecognized threat to global soil carbon by a widespread invasice species mendasarkan pada teknik pemetaan dan model populasi prediktif. Dikutip Science Times, studi itu menurut para peneliti adalah berupaya memahai jejak karbon global yang dihasilkan oleh spesies invasif yang salah satunya adalah babi hutan.

Baca juga : Keren, Atap Jeep Wrangler dan Gladiator kini Bisa Dilipat

Dalam studi yang sama para peneliti menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi babi hutan yang terus-menerus dan perluasan ke ekosistem lain sebagai spesies invasif dapat menjadi ancaman signifikan karena mengakselerasi pemanasan global.

"Babi hutan itu seperti traktor yang tengah membajak ladang. Mereka membalik-balikkan tanah untuk mencari makanan," kata Dr Christopher O'Bryan, peneliti dari University of Queensland.

Polutif, Babi Hutan Lebih Berbahaya Dibanding Jutaan Mobil


Ulah babi hutan, yang menggali tanah untuk mencari makanan, justru menghasilkan kabondioksida. Pasalnya menurut Christopher O'Bryan tanah mengandung tiga kali lebih banyak karbondioksida daripada yang ada di atmosfer. Hal ini sama seperti saat manusia membajak tanah dengan menggunakan traktor. Bedanya ulah babi hutan menggali tanah jauh lebih masif daripada manusia membajak tanah.

Dalam pemetaan yang mereka lakukan diketahui babi hutan bisa menggali tanah hingga seluas 36.000 hingga 124.000 kilometer per segi. Parahnya lagi tanah yang digali oleh mereka justru bukan merupakan wilayah dimana mereka tinggal.

"Ini adalah jumlah tanah yang sangat besar, dan ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan tanah dan emisi karbon, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan yang sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan," tambah Christopher O'Bryan.

Baca juga : Jadi Sponsor Utama, Toyota Batalkan Semua Iklan TV Olimpiade

Polutif, Babi Hutan Lebih Berbahaya Dibanding Jutaan Mobil


Lebih lanjut menggunakan data populasi dan lokasi keberadaan babi hutan, tim riset mensimulasikan 10.000 peta yang mengambarkan kepadatan populasi babi hutan di seluruh dunia. Kemudian, mereka membuat model untuk jumlah area tanah yang terganggu, menggunakan studi jangka panjang tentang babi hutan dan kerusakan yang mereka ciptakan di berbagai lingkungan, jenis vegetasi, dan ketinggian yang berkisar dari padang rumput dataran rendah hingga daerah hutan sub-alpine.

Langkah selanjutnya adalah mengkarakterisasi emisi karbon global dari dua model yang dihasilkan sebelumnya, dengan melihat dampaknya di Amerika, Eropa, dan Cina.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, QNET Ajak Mengatasi Polusi Udara dari Rumah
5 Negara dengan Polusi...
5 Negara dengan Polusi Udara Terkotor di Dunia
9 Negara dengan Polusi...
9 Negara dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia
Polusi Udara Merenggut...
Polusi Udara Merenggut 7 Juta Nyawa Setiap Tahun
Kota-Kota di Asia Tenggara...
Kota-Kota di Asia Tenggara Termasuk yang Paling Tercemar di Dunia, Jakarta Ada?
7 Negara dengan Kualitas...
7 Negara dengan Kualitas Udara Terbaik bagi Manusia
Pramono Didorong Perkuat...
Pramono Didorong Perkuat Komitmen Strategi Pengendalian Polusi Udara lewat Pergub
Polusi Udara Melanda...
Polusi Udara Melanda New Delhi, Warga Serukan Demonstrasi Massal
Hujan di Jakarta Mengandung...
Hujan di Jakarta Mengandung Mikropastik, Pemprov DKI Angkat Bicara
Rekomendasi
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Hasil Prancis vs Senegal:...
Hasil Prancis vs Senegal: Skor 3-1, Dendam 2002 Lunas
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved