Ada Resolusi WHA 73.1, 48 Negara Desak WHO Jujur Soal COVID-19
Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:43 WIB
loading...
Kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia. FOTO/ IST
A
A
A
GENEWA - Lelah menghadapi COVID-19 yang tak menunjukan tanda-tanda kapan berakhir, Perwakilan tetap dari 48 negara mengirim surat kepada Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa (UNOG) pada hari Kamis 15 Juli 2021 lalu.
48 negara menyuarakan dukungan untuk upaya mengintensifkan studi penyebab SARS -CoV-2 di seluruh dunia dan menentang tindakan politisasi deteksi asal penyakit. BACA JUGA - WHO Umumkan Varian Baru Covid-19 yang Melebihi Delta Telah Terdeteksi
Para diplomat menekankan bahwa COVID-19 adalah musuh bersama kemanusiaan universal dan hanya dapat dikalahkan melalui solidaritas dan kerja sama komunitas internasional
Kolaborasi dalam studi yang melacak dari mana SARS-CoV-2 berasal adalah aspek penting dalam memerangi pandemi COVID-19, kata mereka dalam surat itu.
“Seperti yang diabadikan dalam resolusi WHA 73.1 tentang respons COVID-19, tujuan deteksi asal adalah untuk mengidentifikasi sumber zoonosis dari virus dan bagaimana penyebarannya ke manusia, termasuk kemungkinan keberadaan inang perantara.” tulis laporan media China lapor Xinhua.
48 negara menyuarakan dukungan untuk upaya mengintensifkan studi penyebab SARS -CoV-2 di seluruh dunia dan menentang tindakan politisasi deteksi asal penyakit. BACA JUGA - WHO Umumkan Varian Baru Covid-19 yang Melebihi Delta Telah Terdeteksi
Para diplomat menekankan bahwa COVID-19 adalah musuh bersama kemanusiaan universal dan hanya dapat dikalahkan melalui solidaritas dan kerja sama komunitas internasional
Kolaborasi dalam studi yang melacak dari mana SARS-CoV-2 berasal adalah aspek penting dalam memerangi pandemi COVID-19, kata mereka dalam surat itu.
“Seperti yang diabadikan dalam resolusi WHA 73.1 tentang respons COVID-19, tujuan deteksi asal adalah untuk mengidentifikasi sumber zoonosis dari virus dan bagaimana penyebarannya ke manusia, termasuk kemungkinan keberadaan inang perantara.” tulis laporan media China lapor Xinhua.
Lihat Juga :