4 Fenomena Astronomi di Pekan Kedua Juli 2021
Rabu, 14 Juli 2021 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Orbit MArs yang lebih lonjong dibandingkan orbit Bumi membuat aphelion MArs lebih panjang 10,5% trhadap jarak rata-rata Mars ke Matahari. Aphelion Mars terjadi rata-rata setiap 687 hari sekali.
2. Matahari di atas Ka'bah (15 Juli)
Fenomena yang disebut juga istiwa'ul A'zham (great culmination) ini terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama dengan lintang geografis Ka'bah. Sehingga ketika tengah hari, Matahari tepat berada di atas Ka'bah.
Fenomena ini dapat digunakan untuk mengecek arah kiblat di Indonesia, kecuali sebagian Propinsi Maluku, Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kep.Aru, dan Propinsi Papua Barat serta Propinsi Papua.
Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 16.26 WIB/ 17.26 WITA/18.26 WIT.
3. Fase bulan perbani awal (17 Juli)
2. Matahari di atas Ka'bah (15 Juli)
Fenomena yang disebut juga istiwa'ul A'zham (great culmination) ini terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama dengan lintang geografis Ka'bah. Sehingga ketika tengah hari, Matahari tepat berada di atas Ka'bah.
Fenomena ini dapat digunakan untuk mengecek arah kiblat di Indonesia, kecuali sebagian Propinsi Maluku, Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kep.Aru, dan Propinsi Papua Barat serta Propinsi Papua.
Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 16.26 WIB/ 17.26 WITA/18.26 WIT.
3. Fase bulan perbani awal (17 Juli)
Lihat Juga :