Ahli Minta Aplikasi Tracing Harus Dilakukan Audit

Selasa, 13 Juli 2021 - 23:01 WIB
loading...
Ahli Minta Aplikasi...
Ilustrasi pengguna mobile. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Tak dapat dipungkiri pandemi Covid-19 membuat kehidupan berubah. Dari yang tadinya bisa dilakukan secara tatap muka, sekarang hampir seluruh aktivitas diubah menjadi online.

Hal ini tentu membuat masalah privasi dipertanyakan. Apalagi dengan alasan kesehatan, aktivitas terpantau demi alasan penelusuran kontak erat atau tracing. Belakangan ada beberapa aplikasi yang menyediakan fitur ini. BACA JUGA - Palsu, Ahli Sebut Aplikasi Saturasi Oksigen untuk Curi Sidik Jari


Ahli IT sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Budi Rahardjo, berpendapat bahwa aplikasi tracing merupakan salah satu perdebatan yang rumit sampai sekarang.

Menurutnya aplikasi-aplikasi tracing ini harus dilakukan audit, sehingga tidak bisa sembarangan menyalahgunakan data pengguna, tapi di satu sisi tetap bisa melakukan tracing.

"Buat agregatnya segala macem. Sehingga tidak ada yang tahu pak Budi Rahardjo dimana, tapi kalau dikasih tau orang ini berdekatan dengan orang yang postif covid. Nah ini yaa, ini gimana cara mengelolanya," tuturnya dalam talkshow Ancaman Multidimensi Serangan Siber Era Pandemi yagn digelar secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Soal aplikasi tracing ini, kata Budi, adalah sesuatu yang harus dipelajari dengan cepat. Tidak bisa ditunda-tunda lagi karena menyangkut data masyarakat. Hal seperti ini telah menjadi keributan besar di luar negeri sana.

"Di kita masih belum ada nih yang kaya gini-gini, kenapa? Privasi kita masih RUU ya belum jadi apa-apa," ujar Budi.

Tapi menurutnya saat seperti ini adalah sebuah kesempatan yang bagus sehingga bisa terus belajar.

"Yuk kita belajar seharusnya bagaimana menangani hal tersebut," pungkasnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
DAMAC Digital Siap Jadikan...
DAMAC Digital Siap Jadikan Indonesia Kekuatan Digital Baru Asia
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
China Curigai Proses...
China Curigai Proses Pembelian Manus oleh Meta
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Rekomendasi
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved