Kelompok Milenial Ajak Anak Muda Melek Literasi Digital
Minggu, 04 Juli 2021 - 23:02 WIB
loading...
A
A
A
“Tahun 2021 ini direncanakan akan diadakan 20 ribu program pelatihan berdasar modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital yaitu etika, keterampilan, digital budaya serta keamanan,” paparnya.
Senada dengan Bobby, Chairman and Founder Media Wave, Yose Rizal setuju dengan media sosial agar masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Alasannya adalah agar media sosial dan realita sejalan.
“Bagaimana mereka bisa tumbuh dengan baik jika di berikan hoax, mencaci maki presidennya. Bagaimana anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto memberikan tips langkah-langkah untuk melek literasi digital. Pertama, kata Gun Gun adalah mendaftar dan menganalisis isu-isu kontemporer melalui teknik CFR (Conclusion, Finding, Recommendation). Kedua, membuat peer group untuk sharing dan melakukan aksi literasi bersama. Ketiga, mempublikasikan narasi sehat dan kontra narasi dari hoax. Keempat, melakukan advokasi.
“PMI ini sebagai peer group, mempublikasikan narasi dan mengkontrol narasi, yang terlahir melakukan advokasi. Peran kita itu menjadi peran elaboratif. Sebab bangsa ini terlalu besar untuk di kerjakan satu kelompok, membutuhkan banyak kelompok,” tegasnya.
Senada dengan Bobby, Chairman and Founder Media Wave, Yose Rizal setuju dengan media sosial agar masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Alasannya adalah agar media sosial dan realita sejalan.
“Bagaimana mereka bisa tumbuh dengan baik jika di berikan hoax, mencaci maki presidennya. Bagaimana anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto memberikan tips langkah-langkah untuk melek literasi digital. Pertama, kata Gun Gun adalah mendaftar dan menganalisis isu-isu kontemporer melalui teknik CFR (Conclusion, Finding, Recommendation). Kedua, membuat peer group untuk sharing dan melakukan aksi literasi bersama. Ketiga, mempublikasikan narasi sehat dan kontra narasi dari hoax. Keempat, melakukan advokasi.
“PMI ini sebagai peer group, mempublikasikan narasi dan mengkontrol narasi, yang terlahir melakukan advokasi. Peran kita itu menjadi peran elaboratif. Sebab bangsa ini terlalu besar untuk di kerjakan satu kelompok, membutuhkan banyak kelompok,” tegasnya.
Lihat Juga :