Wajah Baru Net1, Siap Penuhi Kebutuhan Internet hingga Daerah Pelosok
Sabtu, 03 Juli 2021 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Pada keterbukaan informasi Desember 2015 lalu, CEO AINMT Holdings AB JD Fouchard mengatakan, dengan perjanjian dan transaksi yang baru saja diselesaikan di Philipina, AINMT memiliki jejak di Asia Tenggara yang mencakup 360 juta penduduk. AINMT adalah nama sebelumnya dari Net1 Group.
Di dua negara tersebut, lanjut dia, Net1 fokus memanfaatkan jaringan berfrekuensi rendah untuk melayani kebutuhan internet di wilayah perdesaan dan daerah tertinggal.
Larry Ridwan, yang pernah menjadi Presiden Direktur Net1, ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa Net1 Group sudah menjadi mayoritas sejak 2017. “Tidak mudah menyediakan layanan internet di daerah perdesaan dan pelosok di wilayah Indonesia. Selain tantangan geografis, masyarakat di desa awalnya mengira kami ingin menawarkan pinjaman dan bukan langganan internet,” ungkap dia.
Sementara itu, terkait perubahan entitas perusahaan dari STI kepada PT Net Satu Indonesia, Larry menegaskan, perubahan entitas tersebut sudah menjadi rencana sejak lima tahun lalu, ketika Net1 Internasional Holdings masuk sebagai investor. Proses perubahan nama tersebut membutuhkan waktu dan persetujuan dari berbagai stakeholder.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, Net1 sudah menjadi merk layanan utama perusahaan sejak meluncurkan layanan 4G LTE pada seluruh jangkauan jaringan perusahaan pada 2017. Karena itu, perubahan entitas korporat merupakan bagian dari penyelarasan branding korporat dan citra korporat Net1 International.
“Net1 International merupakan operator besar di negara-negara Skandinavia, seperti di Norwegia, Swedia dan Denmark, yang sangat berpengalaman dan kompeten dalam menyediakan layanan internet broadband pada frekuensi rendah 450 MHz. Selain di Indonesia, Net1 International juga telah memperluas operasinya di negara berkembang lainnya, seperti Filipina dan Brasilia,” katanya.
Di dua negara tersebut, lanjut dia, Net1 fokus memanfaatkan jaringan berfrekuensi rendah untuk melayani kebutuhan internet di wilayah perdesaan dan daerah tertinggal.
Larry Ridwan, yang pernah menjadi Presiden Direktur Net1, ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa Net1 Group sudah menjadi mayoritas sejak 2017. “Tidak mudah menyediakan layanan internet di daerah perdesaan dan pelosok di wilayah Indonesia. Selain tantangan geografis, masyarakat di desa awalnya mengira kami ingin menawarkan pinjaman dan bukan langganan internet,” ungkap dia.
Sementara itu, terkait perubahan entitas perusahaan dari STI kepada PT Net Satu Indonesia, Larry menegaskan, perubahan entitas tersebut sudah menjadi rencana sejak lima tahun lalu, ketika Net1 Internasional Holdings masuk sebagai investor. Proses perubahan nama tersebut membutuhkan waktu dan persetujuan dari berbagai stakeholder.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, Net1 sudah menjadi merk layanan utama perusahaan sejak meluncurkan layanan 4G LTE pada seluruh jangkauan jaringan perusahaan pada 2017. Karena itu, perubahan entitas korporat merupakan bagian dari penyelarasan branding korporat dan citra korporat Net1 International.
“Net1 International merupakan operator besar di negara-negara Skandinavia, seperti di Norwegia, Swedia dan Denmark, yang sangat berpengalaman dan kompeten dalam menyediakan layanan internet broadband pada frekuensi rendah 450 MHz. Selain di Indonesia, Net1 International juga telah memperluas operasinya di negara berkembang lainnya, seperti Filipina dan Brasilia,” katanya.
Lihat Juga :