Terungkap! SARS-CoV-2 Serang Kamboja Sejak 2010
Selasa, 22 Juni 2021 - 20:05 WIB
loading...
Gambar SARS-CoV-2 . FOTO/ IST
A
A
A
BANGKOK - Ternyata COVID-19 telah hadir sejak ada sejak sebelas tahun silam, Pasalnya pada November dan Desember 2010, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan otoritas Kamboja mengundang para peneliti dari Muséum National d'Histoire Naturelle di Paris untuk mengeksplorasi beberapa situs di Kamboja utara.
Seperti dilansir dari Nature, Tujuannya adalah untuk mempelajari keanekaragaman hayati kelelawar di Kuil Preah Vihear, dan spesies kelelawar berjumlah sangat banyak yang ditangkap selama survei, termasuk delapan jenis kelelawar tapal kuda (genus Rhinolophus). BACA JUGA - Guangdong Bakal Jadi Pusat Covid-19 Baru
Kelelawar-kelelawar ini sangat menarik bagi ahli virologi, karena kelelawar adalah reservoir semua Sarbecoviruse, kelompok virus corona yang termasuk SARS-CoV dan SARS-CoV-2, yang secara berurutan menyebabkan epidemi SARS pada 2002-2004 dan pandemi COVID-19 sekarang.
Pada 2020, 10 tahun setelah ekspedisi, sampel yang disimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu -80°C dikeluarkan dan diuji oleh Institut Pasteur of Cambodia (IPC) untuk mencari Sarbecoviruses.
Sebuah tes PCR menunjukkan dua hasil positif dan pengurutan lengkap genom dimulai. Dua varian virus yang dekat SARS-CoV-2 ditemukan pada dua kelelawar spesies Rhinolophus shameli yang kami tangkap pada 2010 di gua di Provinsi Steung Treng.
Seperti dilansir dari Nature, Tujuannya adalah untuk mempelajari keanekaragaman hayati kelelawar di Kuil Preah Vihear, dan spesies kelelawar berjumlah sangat banyak yang ditangkap selama survei, termasuk delapan jenis kelelawar tapal kuda (genus Rhinolophus). BACA JUGA - Guangdong Bakal Jadi Pusat Covid-19 Baru
Kelelawar-kelelawar ini sangat menarik bagi ahli virologi, karena kelelawar adalah reservoir semua Sarbecoviruse, kelompok virus corona yang termasuk SARS-CoV dan SARS-CoV-2, yang secara berurutan menyebabkan epidemi SARS pada 2002-2004 dan pandemi COVID-19 sekarang.
Pada 2020, 10 tahun setelah ekspedisi, sampel yang disimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu -80°C dikeluarkan dan diuji oleh Institut Pasteur of Cambodia (IPC) untuk mencari Sarbecoviruses.
Sebuah tes PCR menunjukkan dua hasil positif dan pengurutan lengkap genom dimulai. Dua varian virus yang dekat SARS-CoV-2 ditemukan pada dua kelelawar spesies Rhinolophus shameli yang kami tangkap pada 2010 di gua di Provinsi Steung Treng.
Lihat Juga :