Schneider Electric Fokus Membangun Data Center Tangguh Berkelanjutan

Kamis, 17 Juni 2021 - 23:38 WIB
loading...
Schneider Electric Fokus Membangun Data Center Tangguh Berkelanjutan
Schneider Electric juga akan memperkenalkan dua solusi terbarunya untuk pasar Indonesia. Foto/dok
JAKARTA - Schneider Electric mengajak para pemimpin dari seluruh dunia dan lintas industri untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan. Ini demi mengatasi perubahan iklim dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pelaku bisnis di Asia termasuk Indonesia memiliki peluang untuk menjadi yang terdepan dalam aksi iklim. Memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam rangka peningkatan efisiensi untuk pengembangan pasar secara berkelanjutan dan pengembalian imbal hasil yang tinggi dalam jangka panjang," kata Roberto Rossi, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste dalam konferensi pers virtual Innovation Day 2021, Kamis (17/6/2021).

BACA: Dua Solusi Ini Kunci Perusahaan Berhasil Jalankan Transformasi Digital

Dijelaskan Rossi, elektrifikasi yang didukung oleh teknologi manajemen digital memiliki potensi besar sebagai sumber energi bersih yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Di Schneider, lanjut dia, keberlanjutan (sustainability) adalah inti dari bisnis perusahaan. Misinya adalah menjadi mitra digital untuk keberlanjutan dan efisiensi.



"Kami menunjukkan kepemimpinan kami dengan menjadi contoh dalam operasional dan ekosistem kami sendiri, dan menjadi bagian dari solusi bagi customer kami," ujarnya.

Berbicara data center, Schneider Electric memperkirakan industri TI akan mengonsumsi 8,5% listrik global pada tahun 2035, dimana sebagian besar dari konsumsi ini berasal dari data center.

BACA JUGA: Komputer VW dan Audi Diretas, Data 3 Juta Pelanggan Dicuri

Diperkirakan juga bahwa pada tahun 2025, penggunaan energi oleh industri TIK akan membengkak menjadi 20,9% dari total global, menyumbang 5,5% dari emisi gas rumah kaca global. Hal ini berarti upaya untuk memastikan kelestarian lingkungan semakin lebih besar.

Schneider Electric juga akan memperkenalkan dua solusi terbarunya ke pasar Indonesia, yakni EcoStruxure Micro Data Center 43U yang menawarkan kapasitas terbesar di lini micro data center komersial dan kantor perusahaan dan dapat dipantau dari jarak jauh dengan EcoStruxure IT Software and Digital Services.



"Menghemat hingga 48% biaya Capex, dan 40% biaya field engineering, serta mengurangi biaya perawatan sebesar 7%. Dirancang untuk segmen perbankan, financial services, retail, healthcare, pemerintahan, dan lembaga pendidikan," kata Rossi.

Sementara Galaxy VL-UPS compact diyakini sangat efisien menawarkan efisiensi hingga 99 persen dalam mode ECOnversion untuk ROI dalam kurun waktu dua tahun untuk data center skala menengah dan besar, fasilitas komersial dan industri.

BACA JUGA: Mau Jadi Terbesar di ASEAN, Proton Siap Kembali ke Indonesia

“Dunia menghadapi tantangan besar dalam memerangi perubahan iklim. Pelaku bisnis memiliki peran penting untuk mendukung pencapaian target global pada tahun 2030," kata Rossi.
(ysw)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE