TikTok Dikritik karena Perbaiki Wajah Pengguna Tanpa Izin

Minggu, 13 Juni 2021 - 09:00 WIB
loading...
TikTok Dikritik karena...
Beauty Filter yang ada di TikTok banyak disukai penggunanya namun ada juga yang mengkritik karena diaktifkan tanpa persetujuan. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Sosial media TikTok baru-baru ini mendapatkan kritikan keras karena ketahuan mengubah wajah penggunanya tanpa izin. Hal itu terungkap ketika beberapa pengguna TikTok di Amerika Serikat merasa ada yang tidak beres dengan wajah mereka ketika menggunakan TikTok.

Tori Dawn, salah seorang warga Amerika Serika, menyadari hal itu ketika dia merasakan ada yang berbeda dengan dagunya. Dia merasa dagunya tidak selancip dagu yang dihadirkan di video TikTok. "Wajah saya lebih terlihat androgini karena dagu yang sedikit kotak. Di sini dagu saya dibuat lebih lancip," keluhnya.

Baca juga : Cari Konsumen Baru, Ferrari Mulai Bisnis Baru, Pakaian dan Restoran

Bukan tidak senang, Tori Dawn hanya merasa bahwa imaji yang ditampilkan oleh TikTok tidak menampilkan dirinya secara utuh.

Keluhan yang sama juga dirasakan oleh peneliti dari Massachusetts Institute of Technology, Abby Ohlheiser. Dia mengatakan bukan hanya struktur dagunya yang berubah, kulitnya juga jadi lebih halus dari yang dia miliki.

"Saya meminta follower saya di Twitter yang sama untuk melakukan yang sama. Ternyata hal yang sama juga terjadi terutama buat pengguna Android," jelasnya.

TikTok Dikritik karena Perbaiki Wajah Pengguna Tanpa Izin


Selidik punya selidik ternyata hal itu terjadi karena TikTok mengaktifkan Beauty Filter tanpa sepengetahuan pengguna. Begitu pengguna mengaktifkan TikTok, filter yang membuat tampilan pengguna jadi lebih cantik itu langsung aktif. Walaupun di pengaturan dalam keadaan non aktif, Beauty Filter ternyata masih tetap berfungsi.

Tori Dawn bahkan membuktikannya dengan secara live soal filter yang terus berfungsi itu. Dia melakukannya dengan menutup sebagian wajahnya, terutama dari bagian hidung ke atas. Hasilnya memang terlihat begitu bagian hidung ke kepala tertutup, dagu Tori Dawn kembali ke bentuk aslinya.

"Saya tidak nyaman membuat video karena memang tampilan asli saya tidak seperti ini,"ujarnya.

Baca juga : Edan, Lelang Jalan-jalan ke Luar Angkasa dengan Jeff Bezos Capai Rp391 Juta

TikTok Dikritik karena Perbaiki Wajah Pengguna Tanpa Izin


Disebutkan Technology Review, TikTok mengatakan hal itu terjadi karena adanya kesalahan. Mereka berjanji akan memperbaiki kesalahan itu sehingga pengguna tidak akan terganggu. Hanya saja hingga kini menurut Technology Review, pengaktifan Beauty Filter tanpa izin pengguna masih tetap terjadi.

Amy Niu, peneliti dari University of Wisconsin mengatakan beberapa aplikasi buatan China memang kerap mengaktifkan Beauty Filter tanpa persetujuan pengguna. Selain TikTok beberapa aplikasi lainnya adalah WeChat dan DouYin. "Saat saya menonaktifkan fitur itu, saya masih melihat ada beberapa perbaikan yang dilakukan secara otomatis di wajah saya," ujarnya.

Dia mengatakan memeliki fitur Beauty Filter memang bukanlah hal yang buruk. Namun developer program harus memiliki rasa tanggungjawab sampai sejauh mana filter itu bisa digunakan. Mereka juga harus tahu bagaimana mereka akan mengubah persepsi pengguna ketika menggunakan filter itu. "Apakah mereka nantinya akan secara tidak sadar berupaya mengubah penampilan agar terlihat lebih mirip dengan yang dicitrakan, serta terjadinya perubahan standar kecantikan dan citra tubuh," jelas Amy Niu.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Rekomendasi
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Berita Terkini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved