Flu Unta Mengancam Jadi Pandemi Baru setelah Covid-19
Rabu, 09 Juni 2021 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, mereka membandingkan sampel secara genetik dalam sebuah laboratorium menggunakan sel paru-paru manusia. Mereka menemukan bahwa varian yang berasal dari kelompol taksonomi Arab mudah menular ke manusia, sedangkan varian yang dikumpulkan di Afrika tidak mudah menular.
Baca juga : Benua Biru Ucapkan Selamat Tinggal buat Nissan Navara
Mereka juga menemukan adanya perbedaan antara varian-varian tersebut dikarenakan asam amino dalam protein S. Diketahui varian Afrika ternyata memiliki asam amino yang sama dan sangat mudah menginfeksi sel manusia. Hanya saja hal itu tidak terjadi karena unta-unta tersebut dijual secara satu arah ke wilayah Timur Tengah.
Hal inilah yang membuat virus MERS-CoV belum bermutasi untuk menginfeksi manusia adalah karena perdagangan dromedaris—hampir satu cara, dengan hewan yang diperdagangkan dari Afrika ke Timur Tengah. Resiko bisa trerjadi jika cara perdagangannya berlaku sebaliknya dimana unta atau hewa lain dari kawasan Timunr Tengah diperdagangkan ke Afrika. Hal ini yang diyakini dapat memicu pandemi yang mematikan.
Baca juga : Benua Biru Ucapkan Selamat Tinggal buat Nissan Navara
Mereka juga menemukan adanya perbedaan antara varian-varian tersebut dikarenakan asam amino dalam protein S. Diketahui varian Afrika ternyata memiliki asam amino yang sama dan sangat mudah menginfeksi sel manusia. Hanya saja hal itu tidak terjadi karena unta-unta tersebut dijual secara satu arah ke wilayah Timur Tengah.
Hal inilah yang membuat virus MERS-CoV belum bermutasi untuk menginfeksi manusia adalah karena perdagangan dromedaris—hampir satu cara, dengan hewan yang diperdagangkan dari Afrika ke Timur Tengah. Resiko bisa trerjadi jika cara perdagangannya berlaku sebaliknya dimana unta atau hewa lain dari kawasan Timunr Tengah diperdagangkan ke Afrika. Hal ini yang diyakini dapat memicu pandemi yang mematikan.
(wsb)
Lihat Juga :